Tips MotionTrade: 4 Cara Mengelola Risiko Investasi ETF

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

 4 Cara Mengelola Risiko Investasi ETF

Tips MotionTrade: 4 Cara Mengelola Risiko Investasi ETF

JAKARTA - Exchange Traded Fund (ETF) merupakan instrumen investasi nan memungkinkan penanammodal untuk mempunyai portofolio nan terdiversifikasi. ETF adalah reksa biaya berbentuk perjanjian investasi kolektif nan unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. 

Jika reksa biaya umumnya dibeli dan dijual melalui Manajer Investasi, ETF justru diperdagangkan di Bursa Efek layaknya saham. Artinya, penanammodal dapat membeli maupun menjual unit penyertaan ETF secara langsung selama jam perdagangan bursa. Dengan demikian, ETF menggabungkan faedah diversifikasi dari reksa biaya dengan elastisitas transaksi seperti saham.

Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan bahwa pemahaman terhadap karakter dan akibat setiap instrumen investasi menjadi perihal krusial bagi penanammodal sebelum mengambil keputusan. 

“Investor perlu membekali diri dengan pemahaman instrumen investasi di pasar modal sehingga lebih bijak dalam menentukan strategi investasi, termasuk dalam memanfaatkan kesempatan investasi ETF sesuai dengan profil akibat dan tujuan keuangannya,” ujar Luqman.

Sebagaimana instrumen investasi lainnya, ETF bukan berfaedah bebas dari risiko. Memahami beragam potensi akibat nan melekat pada ETF merupakan langkah krusial agar setiap keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih bijak dan sesuai dengan tujuan keuangan. MotionTrade telah merangkum 4 tips untuk mengelola akibat investasi ETF, yaitu: 

1. Pahami Market Risk

Nilai ETF bakal mengikuti naik turunnya pasar. Ketika pasar melemah, nilai ETF juga berpotensi turun. Oleh lantaran itu, krusial untuk mempunyai tujuan investasi nan jelas dan tetap berfokus pada strategi dan tidak perlu panik saat pasar sedang berfluktuasi.

2. Perhatikan Likuiditas ETF

Setiap ETF mempunyai tingkat likuiditas nan berbeda. ETF dengan volume transaksi nan tinggi umumnya lebih mudah diperjualbelikan dengan nilai nan mendekati nilai wajarnya. Untuk pemula, pilihlah ETF nan indeks acuannya sudah mapan, seperti nan berbasis IDX30 alias LQ45.Hindari ETF dengan likuiditas rendah lantaran bisa susah dijual saat dibutuhkan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com