Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Andre Rosiade, berbareng Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Payung Sekaki di Jalan Demokrasi, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (19/6).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melangkah sesuai standar nan ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), sekaligus memandang langsung akibat kebijakan pertimbangan dan pembenahan nan saat ini dilakukan pemerintah.
Dalam peninjauan tersebut, Andre berbincang dengan pengelola dapur, tenaga gizi, hingga tim produksi makanan. Ia mendapatkan penjelasan bahwa dapur MBG Payung Sekaki mulai beraksi sejak 27 April 2026 dan saat ini melayani sekitar 1.384 penerima manfaat. Sebelumnya jumlah penerima faedah sempat mencapai lebih dari 1.500 siswa sebelum sebagian sekolah memasuki masa libur dan pembagian rapor.
Andre juga memastikan beragam kebijakan baru BGN telah dijalankan, termasuk penghentian operasional dapur selama masa libur sekolah serta penyesuaian skema insentif nan sekarang dihitung berasas jumlah penerima manfaat.
“Ini menunjukkan bahwa BGN sudah melakukan evaluasi, perbaikan, dan memastikan tidak ada kebocoran anggaran. Dulu insentif dipukul rata, sekarang disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat. Kalau penerima manfaatnya seribu, maka hitungannya seribu kali Rp2.000. Tata kelola program menjadi lebih tepat dan lebih transparan,” kata Andre nan juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Saat meninjau area produksi, Andre memandang langsung proses pengolahan makanan, sistem pengemasan, hingga menu nan disiapkan untuk siswa. Ia mengapresiasi standar dapur nan dinilainya sudah memenuhi SOP BGN, mulai dari ruang penyimpanan bahan baku, area produksi, hingga pengawasan mahir gizi dan tenaga chef bersertifikat.
Andre juga memberi perhatian unik terhadap keterlibatan pelaku upaya lokal dalam rantai pasok MBG. Ia memastikan ketentuan penggunaan sedikitnya 15 vendor UMKM telah dijalankan oleh dapur tersebut. “Yang paling krusial adalah perputaran ekonomi terjadi di masyarakat. Vendor-vendor UMKM kudu terlibat sehingga faedah program ini tidak hanya dirasakan siswa penerima makanan bergizi, tetapi juga pelaku upaya mini di daerah,” ujar Ketua DPD Gerindra Sumbar.
Kepada Wali Kota Pekanbaru, Andre meminta agar seluruh dapur MBG di Kota Pekanbaru memprioritaskan UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan dan kebutuhan operasional. “Pak Wali kudu pastikan seluruh vendor dapur MBG berasal dari UMKM Pekanbaru. Jadi duit negara nan digunakan dalam program ini betul-betul berputar di masyarakat,” tegas Andre.
Usai meninjau dapur, Andre menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak menutup mata terhadap beragam kritik dan temuan mengenai penyelenggaraan MBG. Menurutnya, langkah refocusing dan audit nan dilakukan BGN merupakan bukti kesungguhan pemerintah memperbaiki tata kelola program unggulan tersebut.
“Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan aspirasi masyarakat. Karena itu dilakukan pertimbangan dan pembenahan besar-besaran agar tidak ada lagi kebocoran anggaran, program tepat sasaran, dan tata kelolanya semakin baik,” kata Andre.
Ia menjelaskan bahwa selama masa libur sekolah, BGN bakal melakukan audit menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG di beragam wilayah untuk memastikan seluruh operasional sesuai standar nan telah ditetapkan.
Andre juga mengungkapkan bahwa pemerintah sekarang lebih memprioritaskan ekspansi program ke wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta golongan rentan guna mempercepat penurunan nomor stunting.
“BGN sedang melakukan refocusing agar program ini betul-betul menyentuh wilayah nan paling membutuhkan. nan ditertibkan adalah titik-titik nan berpotensi menimbulkan kebocoran. Ini corak komitmen pemerintah agar MBG semakin efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Andre menyatakan optimistis Program Makan Bergizi Gratis bakal semakin baik ke depan. Ia menilai masyarakat di beragam daerah, termasuk Pekanbaru dan Sumatera Barat, pada dasarnya mendukung keberlanjutan program tersebut lantaran manfaatnya dirasakan langsung oleh siswa dan family penerima manfaat.
“Alhamdulillah, nan saya temukan di lapangan, baik di Sumatera Barat maupun di Pekanbaru, masyarakat menginginkan MBG ini tetap dilanjutkan. Karena mereka merasakan manfaatnya secara langsung,” tutup Andre.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan terima kasih kepada Andre Rosiade nan telah meninjau langsung operasional dapur MBG di Pekanbaru. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi corak perhatian dan support terhadap keberlangsungan program nan menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Terima kasih kepada Bang Andre Rosiade nan sudah datang langsung memandang penyelenggaraan MBG di Pekanbaru. Kehadiran beliau tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memastikan program ini melangkah dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan faedah bagi anak-anak serta masyarakat,” kata Agung.
Agung menegaskan Pemerintah Kota Pekanbaru mendukung penuh Program MBG untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan. Ia memastikan Pemko Pekanbaru siap bersinergi dengan pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional, serta seluruh pihak mengenai guna menyukseskan program nasional Presiden Prabowo Subianto di Pekanbaru.
"Program ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal. Kami bakal terus mengawal agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·