Pelabuhan RI di Depan Singapura Ini Lagi Dipermak-Beres Akhir 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelabuhan Tanjung Uban di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, nan menjadi salah satu pintu transportasi laut strategis di area perbatasan dekat Singapura, tengah menjalani pengembangan kapasitas. ASDP tengah menambah akomodasi sandar dan memperkuat prasarana pelabuhan untuk mengantisipasi pertumbuhan arus penumpang maupun kendaraan nan terus meningkat.

Salah satu pekerjaan utama nan dilakukan adalah pembangunan Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter. Dermaga baru tersebut dirancang untuk melayani kapal berkapasitas hingga 1.000 Gross Register Tonnage (GRT/ Tonase Kotor) dan bakal dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan serta penumpang.

Tak hanya menambah dermaga baru, juga dilakukan peningkatan kapabilitas Dermaga 1. Melalui penguatan struktur dan akomodasi sandar, dermaga eksisting itu nantinya bisa melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.

Langkah ini dilakukan seiring tingginya aktivitas penyeberangan nan terjadi di Pelabuhan Tanjung Uban. Dalam lima bulan pertama tahun 2026, pelabuhan tersebut telah melayani lebih dari 301 ribu penumpang dan sekitar 131 ribu kendaraan. Volume lampau lintas nan terus bertumbuh membikin peningkatan kapabilitas pelabuhan dinilai krusial agar operasional penyeberangan tetap melangkah lancar sekaligus mengurangi potensi antrean pada jam-jam sibuk.

"Kami memastikan setiap tahapan pembangunan melangkah dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkepanjangan di Kepulauan Riau," ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Saat ini Pelabuhan Tanjung Uban melayani tiga lintasan penyeberangan. Salah satu rute dengan pergerakan tertinggi adalah Tanjung Uban-Telaga Punggur nan menghubungkan Pulau Bintan dengan Batam.

Untuk melayani rute tersebut, ASDP mengoperasikan KMP Tanjung Burang dan KMP Baru nan melayani pikulan penumpang maupun kendaraan setiap harinya. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan pengedaran peralatan di Kepulauan Riau.

General Manager ASDP Cabang Batam Reno Yulianto menyebut seluruh proyek nan sedang melangkah ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga kapabilitas jasa di wilayah Kepulauan Riau dapat meningkat.

"Seluruh pekerjaan ini kami targetkan dapat selesai dan beraksi optimal pada akhir tahun 2026. Melalui peningkatan kapabilitas dermaga dan modernisasi akomodasi pendukung, tujuannya guna mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran rantai pasok, dan aktivitas ekonomi daerah," jelas Reno.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News