Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, terus menghadirkan penemuan dalam pelayanan wisata. Salah satu langkah terbaru nan diterapkan adalah pemberian asuransi keselamatan bagi seluruh wisatawan nan datang berkunjung, tanpa biaya tambahan di luar tiket masuk.
Dilansir Antara, kebijakan tersebut mulai diberlakukan sebagai corak peningkatan standar pelayanan, sekaligus upaya menciptakan rasa kondusif bagi visitor selama menikmati area wisata nan terkenal dengan lingkungan asri dan budaya tradisionalnya itu.
Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, menjelaskan bahwa perlindungan asuransi sekarang telah otomatis terintegrasi dalam tiket masuk wisatawan. Dengan demikian, visitor tidak perlu lagi bayar biaya tambahan untuk mendapatkan perlindungan selama berada di area desa wisata.
"Perlindungan wisata sekarang bukan lagi jasa tambahan, tetapi menjadi bagian krusial dari pengalaman berekreasi nan nyaman dan aman," kata Wayan.
Menurutnya, langkah ini menjadi penting, mengingat jumlah kunjungan visitor ke Penglipuran cukup tinggi setiap harinya. Selain itu, kondisi geografis area wisata nan mempunyai jalur menanjak dan menurun, dinilai memerlukan perhatian unik mengenai aspek keselamatan pengunjung.
Ia menegaskan bahwa pengelola desa berbareng masyarakat setempat mau memastikan visitor dapat menikmati pengalaman berpiknik dengan lebih nyaman dan tenang.
Meski terdapat penambahan jasa perlindungan asuransi, tarif tiket masuk Desa Wisata Penglipuran tetap tidak mengalami perubahan. Wisatawan domestik maupun mancanegara tetap dikenakan tarif sesuai ketentuan nan bertindak sebelumnya.
Adapun tarif masuk untuk visitor Indonesia sebesar Rp 15.000 bagi anak dan Rp 25.000 bagi dewasa. Sedangkan visitor mancanegara dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp 30.000 bagi anak dan Rp 50.000 bagi dewasa.
Program perlindungan wisata tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Melalui kerjasama ini, visitor memperoleh perlindungan kecelakaan diri nan mencakup santunan meninggal bumi akibat kecelakaan, biaya pengobatan, rawat inap, hingga support transportasi darurat.
Sekretaris Jasindo, Brellian Gema, mengatakan tren pertumbuhan sektor pariwisata saat ini membikin kebutuhan bakal keamanan wisata semakin penting. Wisatawan tidak hanya mencari destinasi menarik, tetapi juga menginginkan agunan perlindungan selama melakukan perjalanan.
"Keamanan sekarang menjadi bagian dari kualitas jasa wisata nan dicari visitor di beragam destinasi," ujarnya.
Asuransi tersebut bertindak selama 24 jam penuh sejak visitor memasuki area Desa Penglipuran. Dengan sistem ini, perlindungan secara otomatis melekat pada tiket masuk, tanpa perlu proses tambahan dari pengunjung.
Kolaborasi juga melibatkan perusahaan pengelola sistem tiket digital PT Mitra Kasih Perkasa (MKP). CEO sekaligus Co-Founder MKP, Nicholas Anggada, menilai integrasi tiket digital dan perlindungan wisata merupakan langkah krusial dalam membangun ekosistem pariwisata modern nan lebih kondusif dan terintegrasi.
"Kebutuhan visitor saat ini tidak hanya sebatas kemudahan transaksi dan akses masuk destinasi, tetapi juga rasa kondusif selama menikmati aktivitas wisata," tutur Nicholas.
Sementara itu, Desa Penglipuran selama ini dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia, dengan daya tarik budaya Bali nan tetap terjaga kuat. Kehadiran program asuransi wisata diharapkan semakin memperkuat gambaran Penglipuran sebagai destinasi nan tidak hanya bagus dan ramah wisatawan, tetapi juga peduli terhadap aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·