Tingkatkan Kesiapsiagaan Pekerja Hadapi Keadaan Darurat sebagai Langkah Perkuat Budaya Keselamatan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Tingkatkan Kesiapsiagaan Pekerja Hadapi Keadaan Darurat sebagai Langkah Perkuat Budaya Keselamatan PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) memperkuat kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat.(Dok.Pelindo Sinergi Lokaseva)

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) memperkuat kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat melalui aktivitas Awareness dan Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) nan dilaksanakan di Kantor Pemadam Kebakaran Sektor 2 Koja, Jakarta Utara.
 
Kegiatan ini diikuti oleh pekerja PSL berbareng sejumlah pekerja anak upaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta keahlian melakukan respons awal terhadap potensi kebakaran. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dasar penanganan kebakaran, penggunaan APAR secara tepat dan efektif, serta kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung.
 
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan bahwa kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat merupakan bagian krusial dari budaya keselamatan nan perlu dibangun secara konsisten dan melibatkan seluruh pekerja.
 
“Keselamatan bukan hanya mengenai kesiapan perangkat alias prosedur, tetapi juga kesiapan setiap perseorangan untuk mengenali akibat dan mengambil tindakan nan tepat. Karena itu, kami terus membangun kesadaran dan kompetensi pekerja melalui edukasi, simulasi maupun pelatihan, sehingga setiap pekerja mempunyai kesiapan untuk merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan,” ungkap Dewi dikutip dari siaran pers nan diterima, Rabu (21/10).
 
Menurutnya, penguatan kesiapsiagaan di lingkungan PSL dilakukan melalui pendekatan nan menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi pekerja hingga penyediaan sarana pendukung keselamatan. Perusahaan telah membentuk Tim Tanggap Darurat nan mempunyai peran dalam melakukan respons awal dan koordinasi ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan kerja.
 
KETERSEDIAAN PERANGKAT
Dari sisi sarana, PSL juga memastikan kesiapan perangkat keselamatan dan perlindungan kebakaran, antara lain APAR, hidran, sistem sprinkler otomatis, serta smoke detector sebagai bagian dari upaya mendukung penemuan awal dan penanganan awal andaikan terjadi potensi kebakaran.
 
Upaya tersebut diperkuat melalui edukasi nan dilakukan secara berkala. PSL secara rutin menyampaikan info dan pengingat mengenai kesadaran K3 melalui sosialisasi, materi komunikasi dan flyer awareness, serta melaksanakan safety briefing untuk memastikan aspek keselamatan terus menjadi perhatian dalam aktivitas kerja sehari-hari.
 
“Pembangunan budaya keselamatan memerlukan konsistensi. Karena itu, edukasi dan pengingat K3 perlu datang secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi keadaan darurat. Kami mau keselamatan menjadi bagian dari kebiasaan kerja, sehingga setiap orang memahami perannya dan mempunyai kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun lingkungan kerja,” lanjut Dewi.
 
Melalui penguatan kompetensi, kesiapan sumber daya manusia, penyediaan sarana keselamatan, serta komunikasi K3 nan dilakukan secara berkelanjutan, PSL terus mendorong terbentuknya budaya keselamatan nan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga pada kesiapan setiap pekerja untuk mengambil tindakan nan tepat ketika menghadapi situasi darurat. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑