Houthi Bombardir Bandara Arab Saudi, DPR Usul Pemberangkatan Jemaah Umrah RI Ditunda

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Felldy Utama , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |20:33 WIB

Houthi Bombardir Bandara Arab Saudi, DPR Usul Pemberangkatan Jemaah Umrah RI Ditunda

Ilustrasi.

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mengusulkan agar pemerintah menghentikan sementara (moratorium) pemberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi. Langkah ini didesak menyusul serangan golongan Houthi nan menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam dan berakibat pada keselamatan penduduk sipil serta jemaah Indonesia, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, situasi keamanan nan belum kondusif perlu menjadi perhatian serius pemerintah, terutama menyangkut keselamatan jemaah umrah Indonesia nan sedang berada di Arab Saudi maupun mereka nan dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat.

“Keselamatan jemaah kudu menjadi prioritas utama. Kami prihatin dengan serangan nan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Situasi seperti ini juga berakibat pada perjalanan jemaah umrah, termasuk jemaah Indonesia nan tertahan di Arab Saudi,” katanya, Kamis (22/10/2026).

Syamsu merujuk pada laporan serangan terbaru nan disebut menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, pada Rabu (21/10/2026) malam. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya.

Disampaikan Syamsu, kondisi keamanan tersebut kudu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pemberangkatan jemaah umrah. Ia mengusulkan agar pemerintah menghentikan sementara pemberangkatan jemaah hingga situasi betul-betul kondusif dan perjalanan dapat dilakukan dengan aman.

“Saya mengusulkan pemerintah melakukan kajian mendalam terhadap situasi. Tentu berkoordinasi dengan Kemenlu dan Atase Pertahanan RI di Jeddah dan Riyadh. Termasuk kemungkinan pemindahan jalur penerbangan nan aman, apalagi moratorium terbatas alias menghentikan sementara pemberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi sampai situasinya kondusif,” ujar legislator PKB itu.

“Jangan sampai kita memaksakan keberangkatan ketika kondisi keamanan tetap membahayakan keselamatan jemaah,” tegasnya.

Pria nan berkawan disapa Deng Ical ini mengungkapkan, dirinya menerima banyak keluhan dari jemaah umrah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah alias biro travel nan menghadapi situasi sulit. Di satu sisi, para jemaah telah mendaftar dan agenda keberangkatan mereka sudah dekat. Di sisi lain, penyelenggara kudu mempertimbangkan akibat keamanan nan dapat menakut-nakuti keselamatan jemaah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑