Tingkat Persetujuan Trump Anjlok, Dipicu Perang Iran dan Biaya Hidup Tinggi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Tingkat Persetujuan Trump Anjlok, Dipicu Perang Iran dan Biaya Hidup Tinggi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

JAKARTA — Tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, turun ke level terendah selama masa jabatannya saat ini, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru nan dirilis awal pekan ini. Menurut jajak pendapat tersebut, penduduk AS semakin kecewa dengan penanganannya terhadap biaya hidup dan perang dengan Iran nan tidak populer.

Jajak pendapat selama empat hari nan selesai pada Senin (27/4/2026) menunjukkan bahwa hanya 34% penduduk Amerika nan menyetujui keahlian Trump di Gedung Putih. Angka ini turun dari 36% dalam survei Reuters/Ipsos sebelumnya nan dilakukan pada 15 hingga 20 April.

Sebagian besar tanggapan dikumpulkan sebelum kejadian penembakan pada Sabtu malam di aktivitas Makan Malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih, di mana Trump dijadwalkan untuk berbicara. Masih kudu dilihat apakah kejadian tersebut—di mana seorang penembak dihentikan sebelum memasuki aula—dapat memengaruhi pandangan publik terhadap pemimpin AS tersebut. Saat ini, jaksa federal telah mendakwa pelaku dengan percobaan pembunuhan terhadap presiden.

Tren Penurunan Popularitas

Popularitas Trump di mata publik AS condong menurun sejak dia menjabat pada Januari 2025, nan saat itu dimulai dengan support sebesar 47%. Dukungan tersebut semakin merosot sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari nan memicu lonjakan nilai bensin. Tercatat hanya 22% responden nan menyetujui keahlian Trump dalam menangani biaya hidup, turun dari 25% pada survei sebelumnya.

Harga BBM Bebani Masyarakat

Harga bensin di AS telah melonjak lebih dari 40% menjadi sekitar USD 4,18 (sekitar Rp68 ribu) per galon sejak serangan terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu respons nan menutup seperlima perdagangan minyak global.

Kenaikan nilai ini sangat membebani rumah tangga di Amerika dan memicu kekhawatiran di kalangan Partai Republik. Mereka cemas kehilangan kendali atas Kongres AS dalam pemilihan paruh waktu pada November mendatang. Meskipun kebanyakan besar Partai Republik (78%) tetap mendukung Trump, sebanyak 41% dari internal partai tersebut menyatakan tidak setuju dengan langkah Trump menangani masalah biaya hidup.

Dinamika Pemilih Independen

Pemilih terdaftar independen, golongan kunci nan dapat menentukan hasil pemilihan paruh waktu, sekarang lebih memilih Demokrat dengan selisih 14 poin (34% berbanding 20%) saat ditanya mengenai pilihan dalam pemilihan kongres. Sementara itu, satu dari empat orang menyatakan tetap belum memutuskan pilihan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com