Tingginya Kebutuhan Lahan Pemakaman Muslim Dorong Perencanaan Sejak Dini

Sedang Trending 21 jam yang lalu
Tingginya Kebutuhan Lahan Pemakaman Muslim Dorong Perencanaan Sejak Dini Ilustrasi(Dok Insira)

KEBUTUHAN lahan pemakaman Muslim nan tertata dan sesuai hukum terus meningkat, terutama di wilayah Jabodetabek. Di tengah kondisi tersebut, sebagian family memilih mempersiapkan lahan pemakaman sejak awal untuk menghindari kesulitan mencari letak pemakaman saat masa kedukaan tiba. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pengembangan Insira Memorial Park nan sekarang resmi memasuki tahap operasional setelah pembangunan klaster pertama rampung dan siap difungsikan. Dengan beroperasinya klaster awal tersebut, jasa pemakaman at need alias pemakaman nan dilakukan saat kedukaan tiba sekarang telah dapat dilaksanakan.

Direktur Utama Insira Memorial Park, Nugrohadi Yuwono, mengatakan kesiapan operasional tersebut ditandai dengan aktivitas serah terima sertipikat nan digelar pekan lampau dan dihadiri lebih dari 100 orang, termasuk jejeran manajemen Insira, Dewan Penasihat Syariah, serta para pengguna nan telah memasuki masa serah terima unit.

“Saat ini perkembangan Insira Memorial Park sudah memasuki tahap operasional. Cluster pertama telah selesai dan resmi dapat difungsikan, sehingga jasa pemakaman at need sudah dapat dilaksanakan di area ini,” ujar Nugrohadi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).

Menurutnya, Insira Memorial Park juga telah menerbitkan ratusan sertipikat kepemilikan nan diserahkan secara berjenjang kepada pelanggan. Sertipikat tersebut menjadi bukti kepemilikan dan kewenangan pemanfaatan lahan makam sekaligus memberikan kepastian legalitas bagi pemiliknya.

“Sertifikat ini menjadi bukti kepemilikan dan kewenangan pemanfaatan lahan makam, nan juga menjamin pemegangnya memperoleh jasa perawatan unit, kepastian legalitas lahan, serta ketenangan lantaran lahan makam family telah dipersiapkan jauh-jauh hari,” kata Nugrohadi.

Saat ini pengembangan awal Insira Memorial Park mencakup area seluas lebih dari 30 hektare. Ke depan, area tersebut berpotensi diperluas hingga 100 hektare guna menjawab kebutuhan lahan pemakaman Muslim nan terus meningkat, khususnya di wilayah Jabodetabek.

“Ekspansi ini kami siapkan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat bakal lahan pemakaman Muslim nan tertata dan sesuai syariat, khususnya di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Nugrohadi menilai mempersiapkan lahan pemakaman sejak awal dapat menjadi solusi bagi family untuk menghindari kesulitan mencari letak pemakaman ketika kedukaan datang. Selain itu, family besar juga dapat mempunyai area pemakaman nan berdekatan dalam satu kawasan.

“Dengan menyiapkan lahan sejak dini, family tidak perlu lagi menghadapi sulitnya mencari lahan saat masa duka tiba. Kami juga memungkinkan makam family besar berada dalam satu area nan berdekatan,” katanya.

Pilihan untuk mempersiapkan lahan makam lebih awal juga diambil oleh sebagian pelanggan. Tri Endah Handayani mengaku sengaja menyiapkan lahan makam sejak sekarang agar tidak membebani anak-anaknya di kemudian hari.

“Saya pengen di akhir hidup saya sudah menyiapkan tempat nan layak. Jadi anak-anak sudah tahu tempatnya dan saya juga tidak terlalu menyusahkan mereka nantinya,” ujarnya.

Ia mengaku mulai mempertimbangkan pentingnya mempunyai lahan makam setelah memandang sejumlah pemakaman nan menurutnya mempunyai kondisi kurang layak.

“Awalnya saya memandang beberapa kawan nan meninggal dimakamkan di tempat nan kondisinya kurang lezat dilihat, ada nan dekat tempat sampah, ada juga nan kudu ditumpuk. Dari situ saya mulai mencari pemakaman nan lebih layak. Setelah mencari-cari, saya merasa Insira nan paling dekat dan paling cocok untuk saya,” katanya.

Pelanggan lainnya, Arbianti, juga mengaku telah lama berencana menyiapkan lahan pemakaman bagi dirinya dan family sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

"Memang dari dulu saya sudah punya niat untuk mempunyai pemakaman sendiri agar tidak membebani anak-anak di kemudian hari. Saya pernah memandang ada pemakaman nan lokasinya di Karawang, tapi menurut saya terlalu jauh. Saya berambisi ada nan lebih dekat ke Tangerang. Waktu memandang Insira di media sosial dan rupanya lokasinya sesuai nan saya cari, saya langsung datang,” tuturnya.

Menurut Arbianti, aspek letak menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih area pemakaman. Selain mudah dijangkau keluarga, akses nan baik juga dinilai bakal memudahkan proses kunjungan di masa mendatang.

Dari sisi aksesibilitas, Nugrohadi mengatakan letak Insira Memorial Park menjadi salah satu kelebihan lantaran mempunyai akses langsung melalui jalan tol dan jalan provinsi tanpa kudu melewati jalan mini alias gang.

Menurutnya, akses tersebut bakal semakin didukung dengan rencana pembangunan ruas Tol Serpong-Balaraja nan mempunyai exit toll sekitar 300 meter dari area pemakaman. Dari sisi produk, Insira menawarkan unit makam mulai dari Rp26,9 juta untuk jenis Single hingga Rp549 juta untuk jenis Signature Family.

Perusahaan juga membuka opsi penyesuaian jenis unit sesuai kebutuhan pelanggan. Sebagai bagian dari strategi pemasaran, perusahaan menawarkan program cashback untuk pembelian minimal empat unit kavling. Program tersebut memberikan cashback mulai dari Rp24 juta hingga Rp200 juta, tergantung jenis makam nan dipilih. Program ini ditujukan terutama bagi family besar nan mau mempersiapkan area pemakaman berdampingan dalam satu kawasan.

Selain menyediakan lahan pemakaman, Insira Memorial Park juga dilengkapi beragam akomodasi pendukung seperti masjid dan musala, lounge, kafe dan restoran, area bermain anak, plaza, marketing gallery, area drop-off, lahan parkir luas, serta akomodasi restroom nan nyaman. Kawasan ini juga mempunyai jalur pejalan kaki nan ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Insira turut menyediakan jasa pemakaman selama 24 jam untuk memastikan family mendapatkan pendampingan kapan pun dibutuhkan.

“Kami memahami bahwa kedukaan bisa datang tanpa mengenal waktu. Karena itu, jasa pemakaman kami siap beraksi 24 jam untuk mendampingi keluarga,” kata Nugrohadi. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia