Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR 2026 melakukan kunjungan kerja ke Daerah Kerja (Daker) Madinah pada Senin (18/5) dalam rangka pengawasan penyelenggaraan ibadah haji serta memastikan kondisi jemaah.
Ketua Timwas Haji I Cucun Ahmad Syamsurizal mengatakan berasas evaluasi, jumlah jemaah pada fase pertama mencapai 103.732 orang. Ia menilai pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan.
"Pelayanannya sangat luar biasa dibanding dengan penyelenggaraan haji-haji sebelumnya. Karena ada terobosan-terobosan baru gimana langkah penanganan jemaah haji ini secara mengedepankan lebih familiar, kemudian juga dengan penuh hati melayani," kata Cucun.
Cucun menyebut peningkatan jasa juga terlihat dari sisi akomodasi, termasuk penempatan jemaah di hotel-hotel sekitar Masjid Nabawi.
"Termasuk akomodasi nan baru, sejarah di Republik kita ini, ada jemaah reguler bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima wilayah Markaziyah, seputaran Masjid Nabawi. nan dipergunakan Dar Al Iman InterContinental, Millennium Al Aqeeq, Hilton Madinah, Dar Al Taqwa, Sofitel, Millennium Taiba, InterContinental Dar Al Hijra," tambah dia.
Timwas Haji DPR juga mengapresiasi pemerintah dan Presiden Prabowo atas penyelenggaraan haji nan dinilai semakin baik, termasuk dari sisi kesehatan jemaah.
"Termasuk laporan dari tim kesehatan tadi, nomor apa? Wafat juga menurun dibanding dengan tahun sebelumnya. Ini adalah satu penanganan dan screening nan betul-betul luar biasa sejak keberangkatan. Tidak sembarangan memberangkatkan jemaah," kata Cucun.
Sejauh ini, jumlah jemaah wafat di Tanah Suci tercatat sebanyak 15 orang. Cucun menyebut sebagian besar merupakan jemaah berisiko tinggi.
"Nah, ini bukti bentuk gimana persiapan Kementerian Haji mempersiapkan penyelenggaraan haji ini. Termasuk kita cek tadi kateringnya. Ada enggak? Pernah pengalaman ada satu katering nan basi, kemudian sudah terdeteksi dari awal oleh tim pengawas kasi katering nan ada di wilayah kerja Madinah," ucap dia.
Cucun menambahkan Timwas Haji DPR selanjutnya bakal bergerak ke Makkah untuk melanjutkan pengawasan jasa jemaah.
"Insyaallah di Mekah ada beberapa catatan-catatan nan kudu kita lakukan pengawasan. apalagi bisa meningkatkan dari jasa ini," kata Cucun.
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·