GPCI Ungkap Kronologi Israel Bajak-Culik Rombongan Kapal ke Gaza

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkap kronologi pembajakan hingga penculikan sejumlah rombongan kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) di Laut Mediterania nan tengah dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina, Senin (18/5).

Koordinator Dewan Pengarah GPCI, Maimon Herawati mengungkap bahwa rombongan telah menerima red alert alias peringatan darurat malam sebelum pencegatan oleh militer Israel alias IDF.

Menurut Maimon, rombongan nan tersebar dalam 50-an kapal mini dan berasal dari 45 negara itu memandang drone dan kapal-kapal Israel mulai berseliweran. Menjelang pagi, jumlah mereka kian banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah bakal tetapi mulai dari pukul 09:00 tadi pagi waktu Istanbul, itu kapal-kapal nan terdeteksi Israel itu semakin banyak," kata Maimon saat dihubungi dari sekretariat GPCI, Jakarta, Senin (18/5) malam.

GSF alias Global Sumud Flotila merupakan inisiasi untuk mengirim support melalui laut ke Jalur Gaza usai Israel memblokade total wilayah itu dan support dari luar. Sekitar 50 kapal berangkat dari Turki bagian barat daya pada pekan lalu.

Maimon mengatakan, hingga sekitar pukul 20.00 WIB, total ada 17 kapal nan dicegat Israel saat pelayaran, nan lima di antaranya merupakan kapal berisi sembilan delegasi GPCI. GPCI merupakan rombongan Indonesia nan tergabung dalam misi kemanusiaan GSF.

Lima kapal nan dimaksud yakni, ialah Kapal Josef, Osgurluk, Zapyro, Kasr-1, dan BorAlize. Dari sembilan WNI nan ikut berlayar, lima delegasi terkonfirmasi telah diculik alias ditangkap militer Israel alias IDF. Mereka berasal dari beragam latar belakang dari aktivis hingga jurnalis.

Kelimanya yakni, Bambang Noroyono (jurnalis Republika) di Kapal BorAlize, Andre Nugroho (jurnalis Tempo) di Kapal Ozgurluk, Rahendra Herubowo (jurnalis Inews) di kapal Ozgurluk, Thoudy Badai (jurnalis Republika) di kapal Ozgurluk, dan Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat).

Sedangkan, empat delegasi Indonesia lain dalam misi tersebut dikonfirmasi tetap berlayar. Mereka ialah Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.

"Lima delegasi diculik, empat tetap berlayar sampai pukul 21.00 WIB," ujar Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy.

Respons Kemenlu

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras pasukan Israel nan menculik WNI nan tergabung dalam GPCI dalam armada kapal GSF.

Kementerian Luar Negeri, lanjut dia, mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional nan ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran support kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai norma humaniter internasional.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel nan telah mencegat sejumlah kapal nan tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata ahli bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/5).

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga telah mengakui pasukan Israel mencegat armada GSF, rombongan kapal support kemanusiaan nan menuju Jalur Gaza, Palestina.

Netanyahu mengatakan tindakan pasukan Israel luar biasa lantaran sukses menggagalkan rencana jahat.

"Saya percaya Anda melakukan pekerjaan nan luar biasa dan pada intinya menggagalkan rencana jahat nan dirancang untuk menembus blokade nan sudah kami berlakukan terhadap teroris Hamas di Gaza," kata Netanyahu kepada komandan nan memimpin pencegatan tersebut, dikutip AFP.

(fra/thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional