Warga soal Sasana Tinju di Jaktim: Dulu Tiap Weekend Tawuran, Kini Berkurang

Sedang Trending 40 menit yang lalu
Suasana sasana tinju di kolong jalan layang area Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah di Jakarta nan kerap terjadi kasus tawuran. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan nomor tawuran di Jakarta Timur mencapai 132 kejadian sepanjang tahun 2025.

Namun masuk tahun 2026, nomor tawuran mencapai 55 kejadian. Meskipun tahun ini belum selesai, namun peristiwa tawuran terasa berkurang. Hal itu lantaran keberadaan sasana tinju di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kondisi itu dirasakan Nabil (22), seorang pemuda di sekitar sasana. Keberadaan sasana itu menurutnya bagus untuk anak muda agar tidak tawuran.

“Buat aktivitas anak muda sih baik. Ngurangin juga [tawuran] jika di wilayah mari ya khususnya. Terasa banget tuh,” ujar Nabil saat ditemui, Senin (18/5).

Suasana sasana tinju di kolong jalan layang area Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Ia mengatakan tawuran sering kali terjadi saat malam di akhir pekan. Namun sekarang perihal itu sudah tak ditemukannya lagi.

“Sebelumnya ya nyaris tiap malam Sabtu, malam Minggu ada aja tawuran. Kalau sekarang jarang udah. Malam Sabtu, malam Minggu enggak ada tuh, udah nyaris enggak pernah tawuran di wilayah sini,” tuturnya.

Kondisi ini terjadi lantaran keberadaan organisasi Jakarta Militan Fight nan mengelola sasana ini. Kata salah satu pembimbing sasana tersebut, Yance (48), mengatakan organisasi ini terdiri dari beragam kelompok.

“Jakarta Militan Fight ini kan sebuah organisasi ya. Komunitas nan dari campuran beberapa gangster-gangster. Gabungan untuk kelola camp,” ungkap Yance.

Ia menyebut penduduk sekitar merasa resah atas kondisi di wilayah tersebut nan kerap kali terjadi tawuran. “Sering sekali tawuran di sini. Sampai-sampai jika udah tawuran pasti macet total tuh,” katanya.

Suasana sasana tinju di kolong jalan layang area Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Keberadaan Jakarta Militan Fight kemudian memberikan pengaruh atas berkurangnya tawuran. Yance menyebut perihal itu lantaran banyak personil gangster Jakarta Timur berasosiasi dalam organisasi tersebut.

“Banyak juga dari mereka itu kan senior-seniornya ada di geng ini, ada di camp ini juga pada latihan di sini. Ya alhamdulillah pada turun [angka tawuran] gitu,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan sasana tinju ini bukanlah memindahkan ketegangan tawuran ke ring. Justru nan terjadi terbentuk rasa sportivitas nan memperkuat ikatan persaudaraan.

“Alhamdulillah enggak ada clash. Karena kan begini ya, namanya sportivitas itu kan secara enggak langsung membentuk sebuah persaudaraan. Kita latihan bareng-bareng, masa iya kita di luar berantem lagi,” ucap Yance.

“Persaudaraan makin kenceng,” imbuhnya.

Ia pun berambisi dengan keberadaan sasana ini dapat menjadi medium anak muda untuk menyalurkan energi. Sehingga tawuran pun dapat berhenti.

“Mudah-mudahan ke depan energi-energi positif nan enggak kebendung nih dari anak muda bisa tersalurkan. Jadi stop lah tawuran. Udah enggak masanya lagi,” ucap Yance.

“Kalau mau, mari one-by-one kita naik ke atas ring,” sambungnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau dan meresmikan sasana tinju di kolong jalan layang area Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Sebelum ada sasana ini, Munjirin selaku Wali Kota sempat mengumpulkan golongan pelaku tawuran. Mereka pun meminta agar dibuatkan sasana tinju ini.

“Kita berasosiasi dengan kurang lebih 9 kelompok. Kita kumpulkan, cukup dari masing-masing golongan itu membawa sekitar 10 alias 15 anggota. Dari pembicaraan dan kumpul tersebut akhirnya permintaan dari mereka itu dibuatlah namanya ring tinju untuk latihan,” ungkap Munjirin.

Sasana tinju ini pun kemudian dibangun pada 12 Januari 2026 dan selesai pada 28 Januari. Kini, organisasi Jakarta Militan Fight-lah nan mengelola sasana dan menggelar latihan rutin.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan