Tim relawan kesehatan USK Aceh sedang melakukan operasi pasien patah tulang di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)
TIM Relawan Kesehatan Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh terus menjalankan misi kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran tim dari provinsi paling barat Indonesia ini menjadi bentuk solidaritas bagi sesama penduduk negara, mengingat Aceh juga pernah mengalami musibah besar tsunami pada 2004 silam.
Selain menyalurkan support logistik berupa makanan siap saji produksi USK, bahan makanan tambahan, hingga kebutuhan bayi, tim ini konsentrasi memberikan pertolongan medis spesialis. Hal ini menjadi krusial lantaran banyaknya korban luka bentuk nan memerlukan penanganan mahir pascabencana.
Puluhan Korban Patah Tulang di Manggarai
Ketua Tim Relawan Kesehatan USK untuk penanganan musibah NTT, Teuku Maulana, mengungkapkan bahwa salah satu persoalan serius di letak gempa adalah tingginya nomor korban patah tulang. Para korban tersebar di wilayah terdampak parah, terutama di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai, akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
"Yang ditangani di Rumah Sakit Ruteng, Manggarai saja sedikitnya ada 70 korban. Saya belum mempunyai info persis secara keseluruhan, namun diperkirakan jumlahnya lebih banyak lagi," ujar Teuku Maulana kepada Media Indonesia, Kamis (3/9).
Dosen Senior Fakultas Kedokteran USK tersebut menyayangkan tetap banyak korban nan belum terdeteksi di desa-desa terpencil. Diduga, banyak penduduk nan memilih berobat ke dukun patah tulang daripada melapor ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis standar.
Kondisi Darurat: Beberapa pasien nan akhirnya dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi parah, dengan bagian tubuh nan patah mulai membiru dan mengalami luka terbuka, sehingga memerlukan tindakan operasi segera untuk menyelamatkan jiwa.
Kolaborasi Medis dan Operasi Spesialis
Tim Relawan Kesehatan USK nan bekerja terdiri dari tujuh personel utama, termasuk master ahli bedah tulang (ortopedi) dan master bedah umum. Tim ini juga didukung oleh tenaga dari Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK.
Salah satu kasus nan ditangani di RSUD Ruteng adalah Fransiskus A. Duhur, remaja berumur 13 tahun nan mengalami patah tulang paha kiri (femur) tertutup dan patah paha kanan terbuka. Mengingat kondisi luka nan cukup parah, tim master melakukan tindakan operasi dengan ekstra hati-hati.
"Alhamdulillah sudah tertangani, Insya Allah lekas sembuh," tambah Teuku Maulana, laki-laki asal Beurabo, Padang Tiji, Kabupaten Pidie tersebut.
Misi kemanusiaan ini terlaksana berkah koordinasi erat antara tim USK dengan pihak RSUD Ruteng. Adapun personel utama nan tercantum dalam misi ini antara lain Teuku Maulana (Ketua Tim/Dosen FK USK), T. Nanta Aulia (Tenaga Pengajar FK USK), dan Marlina (Guru Besar Fakultas Keperawatan USK). (MR/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·