Sembilan orang WNI nan tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) telah dibebaskan, dan sudah berada di Istanbul, Turki. Di sana, mereka segera ditemui oleh Maimon Herawati salah satu Komite Pengarah GSF dan Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Maimon merekam kondisi mereka. Beberapa bercerita tentang penyiksaan nan dialami.
"Hendro diapain?," kata Maimon, dalam rekaman video nan diterima, Jumat (22/5)
Lalu, WNI itu menjawab.
"Saya ditonjok, disetrum dua kali, ditendang dua kali, di bahu sekali, lengkap," kata WNI nan dipanggil Hendro itu.
Maimon kembali bertanya.
"Kalau Asad?,".
"Ditonjok, diinjak," jawab laki-laki dalam video.
"Ada beragam macam penyiksaan nan dilakukan, dan ini bisa disebut sebagai situasi nan ringan. Karena di antara relawan, ada nan dibawa dengan stretcher, ada nan kudu mendapat operasi, ada nan patah kaki dan tangan, dan saya dengar juga ada kasus-kasus nan lebih jelek lagi," jelas Maimon.
Sementara itu, WNI itu telah mendapat pendampingan dari Konsulat Jenderal RI di Istanbul. Mereka bakal segara dipulangkan.
"Pemerintah Indonesia bakal terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ucap Menlu RI Sugiono, dalam keterangan terbarunya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·