Jakarta, CNBC Indonesia - Sentra busana jejak alias thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat terpantau ramai didatangi pengunjung. Demikian terlihat saat CNBC Indonesia mendatangi letak ini, Senin (11/5/2026). Tampak keramaian di lantai 2, tempat penjual baju-baju jejak alias thrifting berada.
Terlihat visitor ramai di toko-toko, terutama penjual busana wanita, nan menjual busana jejak seperti kemeja, blazer, dan celana panjang.
Gery, pedagang busana jejak nan ditemui CNBC Indonesia mengungkapkan, visitor tetap banyak mendatangi tokonya, ada nan hanya melihat-lihat, ada juga nan lanjut membeli.
"Hitungannya tetap ramai, hanya enggak seramai beberapa hari sebelum Lebaran ya, mungkin lantaran tetap tanggal muda," kata Gery.
Kata dia, calon pembeli kemungkinan penasaran lantaran nilai barang.
"Mungkin lantaran juga murah, jadi tetap banyak nan penasaran, harganya di sini saja Rp25.000, sudah bisa dapat baju berkualitas, meski bekas," terangnya.
Ungkapan pedagang pun dibenarkan oleh pembeli. Seperti Riri. Dia mengungkapkan sering ke sentra busana jejak di Pasar Senen lantaran harganya nan terjangkau bisa mendapatkan busana nan cukup berkualitas.
"Sering termasuknya ke sini, ya lantaran menarik aja, lantaran murah juga sih, kemeja seharga Rp30.000, tapi sudah dapat nan impor," kata Riri.
Riri mengaku setiap dua bulan sekali, selalu datang untuk mencari busana 'baru' nan datang dari luar negeri. Hal ini dilakukannya lantaran sensasi memburu busana impornya.
"Murah sih relatif ya, tapi keunikannya itu, biasanya di Indonesia enggak ada nan jual, di sini ada nan jual, lantaran dari Jepang dan Korea Selatan," lanjutnya.
Hal senada diungkapkan pembeli lainnya, Nika.
"Di beberapa media sosial, ada nan review thrifting di Pasar Senen. Pas saya lihat, kok pakaiannya bagus-bagus ya, setelah itu saya coba ke sana (Pasar Senen), memang ada nan bagus, ada nan biasa saja. Nah nan bagus ini, sudah harganya menarik, kualitasnya apalagi," kata Nika.
Menurutnya, berburu busana jejak di Pasar Senen bukan sekadar berbelanja. Tapi jadi pengalaman menarik, mencari busana nan unik.
"Di Indonesia biasanya nan baru enggak ada. Ada pun harganya mahal banget. Di sini (Pasar Senen) malah murah banget, seperti jaket musim dingin. Mungkin jika di mal-mal bisa nyaris sejuta, paling mahal sepertinya Rp200.000, ya. Pokoknya enggak ada separuh juta," ujar Nika.
Sebagai informasi, patokan atas impor busana jadi nan bertindak adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 17/2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor Tekstil dan Produk Tekstil nan bertindak sejak 29 Agustus 2025. Aturan ini memuat pengendalian impor atas tekstil dan produk tekstil (TPT) sesuai peruntukannya.
Foto: Sentra busana jejak alias thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·