Terduga pencabul anak tiri (menggunakan helm) dievakuasi polisi dari atas rumah panggung Kades Sungai Ruan Ilir, Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Rabu awal hari (24/6)(Doc Polres Batanghari)
SEPANDAI-pandainya menyimpan bangkai, baunya bakal tercium juga. Begitulah ungkapan nasib apes nan dialami laki-laki berinisial SLM (51), saat tiba di Desa Sungai Ruan Ilir, Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari, berbareng istri dan anak tiri, Selasa petang (23/6).
Tidak ada angin tidak ada angin, SLM nan baru datang untuk menjenguk family istrinya, didera rumor tidak sedap. Ia dituduh melakukan tindakan asusila terhadap anak tiri, sebut saja dengan nama Bunga.
Terkuak kabar, sampai di Sungai Ruan Ilir, Bunga membuka cerita kepada dua pria, diduga kerabat ibu kandungnya nan berdomisili di Sungai Ruan Ilir. Bunga mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh sebanyak tiga kali sekitar tahun 2023 silam, saat tinggal berbareng ayak tirinya di wilayah Kemenyan, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi.
Kabar jelek sigap menyebar dan dilaporkan penduduk kepada Kepala Desa Sungai Ruan Ilir Peri Vermata. Untuk mengantisipasi perihal nan tidak diinginkan, Kades Veri Permata mengambil insiatif mengamankan terduga SLM ke rumahnya nan berkonstruksi panggung.
Apa nan dikhawatirkan Kades Veri pun muncul. Mulai pukul 20.00 WIB, Selasa malam, rumah panggungnya ramai didatangi penduduk nan marah terhadap perilaku bejat nan diduga dilakukan SLM.
Beruntung, untuk menghindari tindakan main pengadil sendiri, sang kades sudah berkoordinasi dengan pemangku Polsek Marosebo Ulu, Polres Batanghari, untuk melakukan pengamanan dan melakukan menginterogasi SLM dan pihak korban. Termasuk dengan ibu kandung korban, AN.
Diperoleh informasi, pada pertemuan hingga tengah malam di atas rumah kades nan dikepung ratusan penduduk tersebut, AN menyebut SLM pernah membujuk korban menonton movie tidak senonoh di telepon selular milik SLM. Namun semua tuduhan tersebut tidak diakui oleh SLM.
Pertemuan di rumah kades berhujung sekitar pukul 01.10 WIB, Rabu awal hari. Melalui pendekatan humanis, ratusan penduduk nan tetap memperkuat di bawah rumah Kades Sungai Ruang Ilir, akhirnya menyepakati, proses norma terhadap SLM dipercayakan kepada pihak Polres Batanghari.
Dikawal sejumlah personel polisi, SLM dengan kepala dipasangkan helm, dievakuasi dari atas rumah Kades Peri Vermata. Namun, saat menuruni tangga, beberapa penduduk sempat mengayunkan pukulan ke arah SLM terjungkal. Beruntung tindakan spontan tersebut sukses dilerai, dan SLM langsung diboyong polisi ke Mapolres Batanghari.
Kapolres Batanghari Ajun Komisaris Besar Arya Tesa Brahmana membenarkan peristiwa nan sempat menggemparkan jagad bumi maya itu.
“Kita mengapresiasi support dari Kepala Desa Sungai Ruan Ilir nan telah sangat membantu. Anggota saat ini tetap melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku,” ujar Arya Tesa Brahmana. (SL)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·