Terancam Perubahan Iklim, Kucing Gunung Langka 'Caucasian Lynx' Terusir dari Habitatnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Terancam Perubahan Iklim, Kucing Gunung Langka 'Caucasian Lynx' Terusir dari Habitatnya Ilustrasi(Magnific)

PEGUNUNGAN di Iran, Turki, dan wilayah Kaukasus merupakan rumah bagi salah satu predator paling misterius di dunia, Caucasian lynx. Sayangnya, keberadaan kucing gunung bercak nan dikenal soliter ini sedang berada dalam ancaman serius. Sebuah studi terbaru mengungkapkan kombinasi antara perubahan iklim dan alih kegunaan lahan oleh manusia berisiko besar mengusir subspesies ini dari kediaman selatan mereka.

Penelitian nan dipimpin oleh Raziyeh Shahsavarzadeh dari Isfahan University of Technology (IUT) di Iran ini memetakan masa depan Caucasian lynx hingga tahun 2050. Menggunakan model komputer nan menganalisis ratusan info penampakan, tim peneliti menemukan kediaman nan cocok serta wilayah berkembang biak kucing besar ini diproyeksikan menyusut sekitar 30% dalam beberapa dasawarsa mendatang.

Ancaman terbesar menumpuk di sepanjang wilayah selatan, terutama di Pegunungan Zagros di barat Iran dan dataran tinggi Turki selatan. Wilayah-wilayah ini mengalami pemanasan dan kekeringan nan jauh lebih sigap dibandingkan area lainnya. Lanskap rimba nan awalnya ideal sekarang terfragmentasi menjadi petak-petak mini nan terisolasi, menakut-nakuti kesiapan mangsa utama mereka seperti kelinci liar.

Model simulasi menunjukkan adanya tren pergeseran kediaman ke arah utara nan lebih sejuk dan tinggi. Namun, perpindahan ini tidak serta-merta menjadi solusi. Wilayah utara menawarkan jenis mangsa nan berbeda, seperti rusa roe, serta menghadirkan kejuaraan nan lebih ketat dari predator lokal lainnya.

Tantangan terbesar bagi Caucasian lynx adalah gimana mereka bisa mencapai wilayah utara tersebut. Untuk bermigrasi, satwa liar memerlukan koridor alami berupa petak-petak rimba berukuran sedang sebagai tempat singgah (stepping-stones). Sayangnya, petak-petak pelindung ini perlahan menghilang akibat aktivitas manusia. Kucing betina, secara khusus, sangat enggan melintasi area terbuka nan berbahaya. Memaksa mereka melewati wilayah nan dipadati prasarana manusia, seperti jalan raya dan pemukiman, hanya bakal meningkatkan akibat kematian akibat bentrok alias kecelakaan.

Ironisnya, perlindungan norma bagi satwa eksotis ini tetap sangat minim. Saat ini, kurang dari 10% wilayah pembiakan dan koridor singgah Caucasian lynx nan masuk dalam area konservasi alias taman nasional resmi. Artinya, lebih dari 90% kediaman terbaik mereka berada di luar area perlindungan dan rentan terhadap pemanfaatan lahan di masa depan. Jika tidak ada tindakan konservasi lintas pemisah nan agresif, populasi kucing gunung selatan ini terancam punah sepenuhnya. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia