Tepis Kritik Suporter, Spalletti Puji Performa Juventus dan Minta Gelandang Baru

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Tepis Kritik Suporter, Spalletti Puji Performa Juventus dan Minta Gelandang Baru Luciano Spalletti sebut Juventus tampil dahsyat saat mengalahkan Parma 2-0 meski sempat dicemooh suporter. Ia sekarang menuntut tambahan gelandang baru.(Juventus)

PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, mempertegas bahwa timnya menyajikan 'penampilan hebat' saat meraih kemenangan 2-0 atas Parma dalam lanjutan Serie A di Allianz Stadium. Meski sempat diwarnai cemoohan penonton pada babak pertama, Spalletti pasang badan memihak performa anak asuhnya sekaligus mengonfirmasi kebutuhan mendesak bakal gelandang baru.

Pertandingan sempat berjalan rumit bagi Bianconeri. Sorakan kekecewaan dari tribun penonton mewarnai babak pertama, terutama saat Jonathan David ditarik keluar. Namun, pergantian pemain di babak kedua menjadi penentu. Nico Gonzalez nan masuk sebagai pengganti memecah kebuntuan lewat bola muntah usai tembakannya membentur tiang, sebelum tekanan tingginya memberi jalan bagi Teun Koopmeiners untuk mencetak gol kedua.

Usai pertandingan, Spalletti membantah dugaan Juventus tampil mengecewakan pada paruh pertama.

"Saya juga sangat menyukai babak pertama. Memang betul kami tidak sukses menciptakan ruang untuk melepaskan tembakan ke gawang, dengan pergerakan di sekitar area penalti, di mana kami sedikit kacau dengan 20 umpan silang," kata Spalletti kepada DAZN Italia.

"Ada satu pengamanan dahsyat dari Guglielmo Vicario, lantaran saya mendengar orang-orang mengatakan bahwa hasilnya diragukan dan Juventus mengecewakan, tetapi sundulan itu adalah satu-satunya kesempatan nan dimiliki Parma. Sedangkan kami mempunyai 25 umpan silang di babak pertama dan tidak ada nan menyambutnya dengan sundulan."

"Ini adalah penampilan nan solid, dengan tujuan, motivasi, kualitas, dan tekanan nan konstan. Jelas, Anda memerlukan momen itu untuk menyelesaikannya, tetapi menurut Anda apa pun tanpa gol di akhir adalah perihal negatif. Saya senang untuk terus menekan musuh selama jangka waktu tersebut," tegasnya.

"Kami tidak sepresisi nan kami bisa untuk menghasilkan lebih banyak tembakan ke gawang, tetapi kami menciptakan banyak situasi."

Kemenangan ini diwarnai krisis cedera pemain. Kenan Yildiz kudu tidakhadir dua hingga tiga bulan akibat patah tulang metatarsal, sementara Weston McKennie dan Khephren Thuram juga terpaksa absen. Masalah kian bertambah ketika Andrea Cambiaso nan masuk sebagai pemain pengganti kudu keluar sembari memegangi pergelangan kaki kanannya. Kondisi Thuram apalagi dikhawatirkan memerlukan tindakan operasi.

"Jika situasi untuk Thuram terkonfirmasi, maka kami memerlukan pemain di lini tengah. Direksi kami telah mengatur pendekatan nan logis dan menarik, tetapi itu telah hilang, jadi mereka bakal mencari alternatif," ujar Spalletti. Ia menambahkan, "Cambiaso memerlukan tes besok pagi."

Spalletti juga memberikan penilaiannya terhadap penampilan penyerang Randal Kolo Muani.

"Saya pikir dia tahu langkah bermain dalam banyak situasi, lantaran dia mempunyai kualitas dan kecepatan. Dia hanya butuh sedikit lebih banyak darah di pembuluh darahnya, lebih banyak keberanian pada momen-momen itu, lantaran menurut pandangan saya itu bakal membereskan semuanya," tutur Spalletti.

"Sangat susah menemukan ruang ketika musuh bertahan, tetapi Kolo Muani mempunyai kualitas untuk turun ke belakang dan menciptakan ruang-ruang tersebut. Para pemain menampilkan performa dahsyat malam ini, lampau Anda boleh mengatakan apa pun nan Anda suka, tetapi begitulah saya memandang pertandingan ini."

Menanggapi klaim penalti dari tim tamu, Spalletti menilai keputusan wasit dan VAR sudah tepat.

"Kami membiarkan Parma mendapat dua situasi, salah satunya bukan penalti lantaran pemain Parma bergerak ke arah Alajbegovic, sekali lagi kontak bukanlah penalti. Saya tidak mau mengambil akibat masuk penjara lantaran mencium seseorang lagi…" selorohnya merujuk pada kejadian wawancara musim lalu.

"Benturan adalah satu hal, kontak adalah perihal lain. Hampir tidak ada sentuhan sama sekali, pemain Parma menggerakkan kakinya ke arah Alajbegovic dan mencari kontak, tetapi VAR mengevaluasinya dalam waktu satu menit, dan itu sudah benar," pungkas Spalletti. (Football-Italia/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia