Serangan Rusia Meledakkan Gudang Senjata di Kiev, 37 Orang Tewas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi ledakan. Foto: yenwen/Getty Images

Rusia menyerang sebuah penyimpanan senjata di dekat Kiev. Serangan ini memicu kebakaran dan ledakan, menewaskan 37 orang serta melukai puluhan orang lainnya, pada Sabtu (29/8) malam.

Dikutip dari AFP, kepulan asap hitam tampak membubung tinggi di atas pinggiran ibu kota Ukraina tersebut. Rumah-rumah di dekat pusat ledakan tampak dilalap api.

Serangan ini merupakan nan kedua kalinya menghantam penyimpanan amunisi di dekat Kiev dalam waktu kurang dari dua bulan. Para pejabat marah lantaran senjata disimpan begitu dekat dengan area permukiman.

Baik Rusia maupun Ukraina telah meningkatkan serangan jarak jauh terhadap satu sama lain dalam beberapa bulan terakhir, nan menyebabkan jumlah korban sipil mencapai tingkat tertinggi sejak serangan Moskow pada tahun 2022.

"Mereka nan membiarkan perihal ini terjadi kudu dimintai pertanggungjawaban atas keputusan mereka. Amunisi tidak boleh disimpan di dekat rumah alias area permukiman lainnya," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah unggahan di X dikutip dari AFP.

Ledakan tersebut memaksa ratusan orang mengungsi dan merusak sejumlah rumah, termasuk sebuah akomodasi perawatan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Setidaknya 37 orang tewas, termasuk wali kota dari kota terdekat Dmytrivka, kata Gubernur wilayah Kyiv, Tymur Tkachenko, melalui Telegram.

Warga di wilayah tersebut mengatakan bahwa ledakan itu sangat mengerikan.

"Kami mengira kami sedang dibom. Tidak ada nan tahu bahwa itu adalah ledakan amunisi," kata Yana Doneli, penduduk kota terdekat.

Gudang tersebut milik militer Ukraina dan menyimpan pesawat nirawak (drone), peluru artileri, serta amunisi lainnya, kata Zelensky dalam sebuah pidato video.

Zelensky menyalahkan kejadian tersebut pada kelalaian nan mengerikan, seraya mengatakan bahwa amunisi semestinya tidak disimpan di tempat itu.

Perdana Menteri Ukraina Sergiy Koretsky menyatakan penyesalannya lantaran tidak ada pelajaran nan dipetik setelah serangan mematikan sebelumnya terhadap sebuah penyimpanan amunisi di dekat Kiev pada bulan Juli.

Penyelidikan tersebut mengungkap adanya pelanggaran serius nan dilakukan oleh sebuah perusahaan milik negara, nan tidak mematuhi peraturan mengenai jarak kondusif dari gedung permukiman.

"Di tahun kelima invasi skala penuh ini, mengulangi kesalahan nan sama terus-menerus merupakan corak kelalaian kriminal," ujarnya melalui Telegram.

"Setiap pihak nan bertanggung jawab, tanpa terkecuali, kudu dijatuhi balasan berat agar situasi seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan