Telkom Indonesia (TLKM) Sudah Tutup 8 Anak Usaha dan Divestasi 2 Bisnis

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Ilustrasi Telkom. Foto: Shutter Stock

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus merampingkan portofolio upaya melalui streamlining. Hingga saat ini, Telkom telah menutup delapan upaya dan mendivestasi dua bisnis.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan Telkom bakal terus melakukan streamlining portofolio untuk mengarahkan sumber daya ke bisnis-bisnis inti.

“Pada Pilar Streamlining, kami terus merapikan portfolio agar sumber daya semakin terfokus pada upaya inti,” ucap Dian, saat Pubex Live 2026 secara daring, Senin (7/9).

Hingga saat ini, selain delapan upaya nan ditutup dan dua upaya nan didivestasi, Telkom juga telah mengonsolidasikan dua bisnis. Di sisi lain, perseroan memperkuat disiplin alokasi modal dengan mengarahkan lebih dari 94 persen shopping modal alias capital expenditure (capex) ke upaya inti B2C dan B2B infrastruktur.

“Dua upaya telah didevastasi, delapan ditutup dan dua dikonsolidasikan. Disiplin alokasi modal juga terus diperkuat, dengan lebih dari 94% Capex dialokasikan untuk upaya inti B2C dan B2B infrastruktur,” kata dia.

Telkom Kaji Konsolidasi Aset Fiber BUMN

Telkom juga tengah mengkaji rencana konsolidasi aset fiber milik sejumlah BUMN. Salah satu aset nan masuk dalam pembahasan disebut berasal dari PT PLN (Persero).

Dian mengatakan, konsolidasi aset fiber BUMN bagian dari upaya mendorong perusahaan pelat merah agar lebih konsentrasi pada core business sekaligus meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan aset.

“Kami memandang bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong BUMN untuk lebih konsentrasi pada korps upaya serta meningkatkan efisiensi dan juga pemanfaatan aset sebagaimana arah kebijaksanaan strategis BUMN,” jelas Dian.

Menurutnya, rencana konsolidasi saat ini tetap dalam tahap kajian dan pembahasan berbareng para pemangku kepentingan terkait. Ia melanjutkan, aspek nan dikaji mencakup strategi, bisnis, operasional, hingga tata kelola. Telkom belum mengungkap entitas maupun aset fiber BUMN nan bakal masuk dalam skema konsolidasi tersebut.

“Karena itu mengenai entitas maupun aset nan bakal dikonsolidasikan belum kami dapat disclose alias sampaikan pada saat ini,” tutur Dian.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan