Teknologi Rudal Iran Ini dengan Mudah Bombardir USS Abraham Lincoln

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

loading...

Teknologi rudal iran. Foto/ DAILY

TEHERAN - Media Iran merilis sebuah video nan diduga menunjukkan peluncuran rudal jelajah ke arah kapal induk USS Abraham Lincoln.

Militer Iran mengumumkan pada 25 Maret bahwa mereka telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal jelajah angkatan laut.

Kemudian pada malam harinya, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Iran telah meluncurkan 101 rudal nan menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln, tetapi semuanya sukses dicegat oleh Angkatan Laut AS. Presiden Trump menekankan, "Setiap rudal ditembak jatuh dan berada di dasar laut."

Press TV menyiarkanvideoyang menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran meluncurkan rudal ke kapal induk AS, sementara IRNA mengutip pejabat angkatan laut nan merinci operasi tersebut.

Menurut IRNA, Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani menyatakan bahwa aktivitas kapal induk AS terus dipantau dan bakal diserang jika memasuki jangkauan sistem rudal Iran.

Iran merilis video peluncuran rudal jelajah nan menargetkan kapal induk AS.Media Iran menerbitkan video nan diduga menunjukkan peluncuran rudal jelajah nan menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln, tetapi pihak AS melaporkan tidak ada kerusakan.

"Pembunuh Kapal" Qader

Berbeda dengan rudal balistik nan diluncurkan tinggi ke angkasa dan kemudian jatuh bebas ke targetnya dalam lintasan parabola, rudal jelajah beraksi mirip dengan pesawat jet mini tanpa awak.

Senjata ini mempertahankan daya angkat aerodinamis berkah sayapnya dan terbang sepenuhnya di dalam atmosfer menggunakan mesin jet.

Bahaya sebenarnya dari rudal jelajah terletak pada lintasan terbangnya. Dibandingkan dengan rudal balistik, rudal jelajah tidak terbang tinggi, artinya susah dideteksi dari jarak jauh. Sebaliknya, rudal jelajah bisa meluncur rendah di atas permukaan tanah alias terbang tepat di bawah permukaan laut pada ketinggian nan sangat rendah.

Dilengkapi dengan sistem pedoman canggih nan menggabungkan sistem navigasi inersia (INS), penentuan posisi satelit (GPS), dan teknologi pencocokan gambaran medan (TERCOM), rudal jelajah dapat secara otomatis bermanuver melalui pegunungan dan lembah, alias terbang dekat dengan gelombang untuk melewati "titik buta" stasiun radar peringatan dini.

Diluncurkan pada tahun 2011, rudal jelajah Qader adalah jenis nan ditingkatkan dari seri rudal Noor Iran, nan berasal dari prototipe C-802 Tiongkok.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews