Proses Terbentuknya Kaldera: Fenomena Cekungan Raksasa Gunung Api 

Sedang Trending 1 jam yang lalu

proses terbentuknya kaldera – Pernah membayangkan gimana sebuah gunung api bisa mempunyai cekungan raksasa di bagian tubuhnya? Cekungan tersebut bukan sekadar lubang biasa, melainkan kaldera, salah satu bentang alam vulkanik nan terbentuk melalui proses pengetahuan bumi nan kompleks.

Kaldera dapat terbentuk ketika terjadi perubahan besar pada sistem magma di bawah gunung api, terutama saat magma dalam jumlah besar keluar sehingga bagian atasnya kehilangan penyangga dan mengalami keruntuhan. Prosesnya pun tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui beberapa tahapan dan dapat melibatkan letusan besar, perubahan tekanan, hingga aktivitas vulkanik lanjutan.

Lantas, gimana proses terbentuknya kaldera dari awal hingga menjadi cekungan raksasa? Yuk, simak penjelasannya!

Pengertian Kaldera

Kaldera adalah cekungan alias depresi vulkanik berukuran besar nan terbentuk akibat perubahan besar pada sistem gunung api, terutama ketika terjadi pengosongan alias perpindahan magma dalam jumlah besar nan kemudian menyebabkan bagian atas sistem tersebut mengalami keruntuhan. Karena ukurannya luas, kaldera dapat membentang hingga beberapa kilometer dan mempunyai corak melingkar alias elips.

Berbeda dengan kawah nan umumnya berukuran lebih mini dan berada di sekitar lubang keluarnya material vulkanik, kaldera merupakan struktur nan lebih luas dan berangkaian dengan proses vulkanik berskala besar. Meski begitu, tidak semua kaldera terbentuk dengan sistem nan persis sama. Sebagian berangkaian dengan letusan besar, sementara sebagian lainnya dapat terbentuk melalui proses runtuhan berjenjang akibat keluarnya magma.

Ciri-Ciri Kaldera

Untuk mengenali kaldera, beberapa karakter utamanya antara lain:

  • Berupa cekungan besar di area gunung api dengan bagian tengah nan relatif lebih rendah.
  • Berukuran jauh lebih luas daripada kawah biasa, meskipun tidak ada pemisah diameter nan absolut untuk membedakan keduanya.
  • Berbentuk melingkar hingga elips, tergantung struktur pengetahuan bumi dan sistem pembentukannya.
  • Memiliki tepi alias pemisah kaldera nan dapat terlihat sebagai lereng alias struktur melingkar di sekeliling cekungan.
  • Dapat mengalami aktivitas vulkanik lanjutan, seperti munculnya kubah lava, kerucut vulkanik, rekahan, alias kawah baru.
  • Dapat terisi air dan membentuk danau, seperti Danau Toba nan berada dalam sistem Kaldera Toba.
  • Bisa mempunyai struktur nan kompleks, lantaran bentuknya dapat berubah akibat erosi, aktivitas magma berikutnya, dan proses pengetahuan bumi lainnya.

Sederhananya, kaldera dapat dibayangkan sebagai cekungan raksasa nan menjadi jejak perubahan besar pada sistem gunung api. Ukuran dan bentuknya dapat memberikan petunjuk mengenai sejarah aktivitas vulkanik suatu wilayah. Karena itu, kaldera tidak hanya menarik untuk dipandang, tetapi juga krusial bagi para mahir dalam mempelajari perkembangan dan aktivitas gunung api.

 Plants vs Zombies - Gunung Api dan Gempa Bumi

Proses Terbentuknya Kaldera

Kaldera terbentuk ketika terjadi perubahan besar pada sistem magma di bawah gunung api hingga bagian permukaan di atasnya tidak lagi bisa menopang dirinya sendiri. Salah satu sistem nan paling umum adalah ketika magma dalam jumlah besar keluar dari reservoir magma saat erupsi. Berkurangnya support dari bawah kemudian dapat memicu runtuhnya bagian gunung api dan membentuk cekungan nan luas.

Namun, proses terbentuknya kaldera tidak selalu berjalan dengan langkah nan sama. Ada kaldera nan terbentuk melalui satu bagian erupsi besar, sementara lainnya dapat berkembang melalui beberapa tahap keruntuhan dan aktivitas vulkanik.

Tahapan Proses Terbentuknya Kaldera

Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan melalui beberapa tahapan berikut:

  1. Magma terakumulasi di bawah gunung api
    Magma dari bagian dalam Bumi berkumpul di reservoir magma. Tekanan di dalam sistem dapat meningkat seiring bertambahnya magma dan gas vulkanik.
  2. Tekanan dan aktivitas vulkanik meningkat
    Ketika tekanan magma semakin besar, magma dapat bergerak menuju permukaan melalui rekahan alias saluran vulkanik. Kondisi ini dapat memicu peningkatan aktivitas hingga terjadi erupsi.
  3. Magma dalam jumlah besar keluar alias berpindah
    Pada erupsi besar, magma dapat dikeluarkan dalam volume nan sangat besar. Ketika magma keluar dari reservoir, ruang magma mengalami pengurangan isi dan tekanan.
  4. Bagian atas sistem magma kehilangan penyangga
    Berkurangnya magma dapat membikin batuan di atas reservoir kehilangan sebagian dukungan. Jika kondisi tersebut cukup besar, bagian permukaan gunung api dapat mengalami ketidakstabilan.
  5. Terjadi keruntuhan membentuk depresi
    Bagian gunung nan tidak lagi stabil kemudian dapat runtuh ke arah ruang magma nan telah berkurang. Keruntuhan ini membentuk depresi luas nan menjadi kaldera.
  6. Aktivitas vulkanik dapat berlanjut
    Setelah kaldera terbentuk, sistem vulkaniknya belum tentu berhenti. Magma dapat kembali bergerak di bawah kaldera dan memunculkan aktivitas baru, seperti pembentukan kubah lava, kerucut vulkanik, kawah, alias erupsi berikutnya.

Ringkasan Proses Terbentuknya Kaldera

Tahap Proses Hasil
1 Magma terakumulasi Reservoir magma terbentuk/berkembang
2 Tekanan meningkat Aktivitas vulkanik mulai meningkat
3 Magma keluar dalam jumlah besar Reservoir magma mengalami pengurangan
4 Dukungan terhadap batuan di atas berkurang Sistem menjadi tidak stabil
5 Bagian atas mengalami keruntuhan Terbentuk depresi besar alias kaldera
6 Aktivitas vulkanik berlanjut Muncul struktur vulkanik baru alias perubahan pada kaldera

Jadi, kaldera pada dasarnya terbentuk lantaran adanya perubahan besar pada sistem magma nan diikuti oleh keruntuhan bagian permukaan gunung api. Meski sering dikaitkan dengan erupsi besar, sistem dan tahapan pembentukannya dapat berbeda pada setiap gunung api. 

Setelah terbentuk pun, kaldera tetap dapat mengalami perubahan akibat aktivitas vulkanik, erosi, pengendapan, hingga pengisian air nan kemudian membentuk danau.

Gunung Api - Perjalanan Menjelajahi Gunung Api Dahsyat di Dunia

Jenis – Jenis Kaldera

Kaldera tidak semuanya terbentuk dengan langkah nan sama. Secara umum, kaldera dapat dibedakan berasas jenis magma, karakter erupsi, serta sistem runtuhnya permukaan. Salah satu pembagian nan cukup umum adalah kaldera nan terbentuk melalui erupsi eksplosif dan kaldera nan berangkaian dengan erupsi efusif pada gunung api perisai. Selain itu, ada pula kaldera resurgensi, ialah kaldera nan lantainya kembali mengalami pengangkatan setelah proses runtuhan.

1. Kaldera Eksplosif

Kaldera eksplosif terbentuk dalam kaitannya dengan erupsi besar nan mengeluarkan magma dalam jumlah sangat banyak, umumnya magma kaya silika seperti dasitik hingga riolitik. Erupsi semacam ini dapat menghasilkan kolom erupsi tinggi serta aliran piroklastik dan endapan abu dalam volume besar. Ketika magma keluar dalam jumlah besar, bagian atas reservoir magma dapat kehilangan penyangga dan kemudian mengalami keruntuhan membentuk kaldera.

Ciri-cirinya antara lain:

  • Berkaitan dengan erupsi nan sangat besar dan eksplosif.
  • Umumnya melibatkan magma dengan kandungan silika relatif tinggi.
  • Dapat menghasilkan endapan abu dan aliran piroklastik dalam volume besar.
  • Kalderanya dapat berukuran sangat luas.
  • Contohnya dapat ditemukan pada sistem vulkanik seperti Yellowstone dan Toba.

2. Kaldera Non-Eksplosif

Kaldera non-eksplosif umumnya berkembang pada gunung api perisai nan mempunyai magma lebih basaltik dan relatif encer. Kaldera jenis ini dapat terbentuk ketika magma dikeluarkan melalui erupsi lava dalam jumlah besar, termasuk dari bagian puncak alias area rekahan di lereng. Berkurangnya magma di bawah permukaan kemudian dapat menyebabkan bagian permukaan mengalami penurunan alias runtuhan.

Beberapa karakteristiknya:

  • Lebih berangkaian dengan erupsi lava daripada letusan eksplosif besar.
  • Banyak dijumpai pada gunung api perisai.
  • Magmanya umumnya basaltik hingga andesitik.
  • Kaldera dapat mengalami perubahan corak secara berjenjang akibat pengeluaran magma berikutnya.
  • K?lauea di Hawaii merupakan salah satu contoh sistem gunung api dengan

Dr. Robot Teo - Cerita Sains Gunung Berapi Meletus!

Apa nan Terjadi Setelah Kaldera Terbentuk?

Terbentuknya kaldera bukan berfaedah aktivitas gunung api langsung berakhir. Setelah keruntuhan besar terjadi, sistem vulkanik di bawahnya tetap bisa aktif dan mengalami beragam perubahan. Dalam waktu nan panjang, kaldera dapat berubah menjadi lingkungan baru dengan danau, gunung api kecil, kubah lava, hingga pusat aktivitas hidrotermal.

Beberapa perihal nan dapat terjadi setelah kaldera terbentuk antara lain:

  • Aktivitas magma berlanjut
    Magma tetap dapat bergerak di bawah kaldera. Jika kembali mencapai permukaan, aktivitas ini dapat menghasilkan erupsi baru alias membentuk struktur vulkanik baru.
  • Terbentuk kerucut vulkanik baru
    Aktivitas vulkanik setelah pembentukan kaldera dapat menghasilkan kerucut-kerucut vulkanik di dalam alias sekitar kaldera. Contohnya, Gunung Barujari berada di dalam Kaldera Rinjani.
  • Muncul kubah lava
    Magma nan sangat kental dapat keluar perlahan dan menumpuk di sekitar pusat erupsi sehingga membentuk kubah lava.
  • Terbentuk waduk kaldera
    Cekungan kaldera dapat menampung air hujan, aliran permukaan, alias sumber air lainnya. Dalam kondisi tertentu, cekungan tersebut kemudian berkembang menjadi danau, seperti Danau Toba dan Danau Batur.
  • Aktivitas hidrotermal berkembang
    Air nan berinteraksi dengan panas dari sistem magma di bawah permukaan dapat menghasilkan sumber air panas, fumarola, alias manifestasi hidrotermal lainnya.
  • Bentuk kaldera terus berubah
    Setelah terbentuk, kaldera dapat mengalami erosi, sedimentasi, longsoran, pengisian material vulkanik, maupun perubahan akibat aktivitas magma berikutnya.

Kesimpulan

Kaldera bukan sekadar cekungan raksasa di tubuh gunung api. Di kembali bentuknya nan unik, ada proses vulkanik kompleks nan melibatkan pergerakan magma, erupsi, hingga keruntuhan permukaan. Setelah terbentuk pun, kaldera tetap bisa berubah dan menjadi tempat munculnya aktivitas vulkanik baru, danau, hingga beragam bentang alam menarik.

Jadi, setiap kali memandang kaldera, sebenarnya kita sedang memandang jejak perjalanan panjang sebuah gunung api. Menarik, bukan?

  • 7 Fungsi Kawah Gunung Berapi
  • Bikin Takjub Inilah Kawah Gunung Terbesar di Indonesia
  • Fakta Aliran Lahar Gunung Berapi
  • Fakta Awan Panas Gunung Berapi
  • Fakta Tentang Magma
  • Kawah Gunung Terbesar di Dunia
  • Pengertian Kaldera
  • Perbedaan Kawah dan Kaldera
  • Proses Terbentuknya Kawah
  • Proses Terbentuknya Kaldera
  • Wajib Punya Tas Siaga Bencana Gunung Meletus
Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia