Keberuntungan Sedang Menghampirimu – Pernahkah Anda berpikir bahwa keberuntungan mungkin datang dalam corak nan tidak pernah kita duga?
Terkadang, keberuntungan bukan tentang mendapatkan sesuatu nan besar, melainkan tentang hadirnya seseorang di saat kita sedang berada dalam keadaan paling sulit. Hal tersebut menjadi salah satu pendapat menarik nan diangkat dalam Keberuntungan Sedang Menghampirimu, sebuah kitab nan membujuk pembaca memandang kembali makna keberanian, kepedulian, dan angan melalui kisah beberapa remaja.
Cerita bermulai dari sebuah kejadian nan membikin dua orang kawan merasa tidak bisa tinggal diam. Mereka menyaksikan sesuatu nan semestinya tidak dialami oleh seorang anak seusia mereka. Di sisi lain, ada seseorang nan sudah terlalu lama hidup dalam ketakutan hingga menganggap keadaan tersebut sebagai bagian biasa dari kehidupannya.
Di tengah situasi itu, datang sosok nan menjadi narator dan kerap disebut sebagai “takdir” alias “keberuntungan”, nan mengawasi perjalanan mereka dari dekat.
Buku Keberuntungan Sedang Menghampirimu karya Lee Kkoch-Nim diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 8 Desember 2025 dengan ketebalan 208 halaman. Buku ini menghadirkan kisah nan menyentuh tentang persahabatan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian untuk memperjuangkan kembali kehidupan nan sempat terasa hilang.
Melalui perspektif pandang nan unik, pembaca juga diajak merenungkan bahwa terkadang seseorang hanya memerlukan sedikit keberanian dan uluran tangan untuk mulai mengubah hidupnya.
Lantas, seperti apa perjalanan para tokoh dalam menghadapi keadaan nan tidak mudah tersebut? Dan apakah keberuntungan betul-betul bakal menghampiri mereka ketika angan mulai terasa begitu jauh? Sebelum masuk lebih jauh ke dalam kisahnya, yuk, Grameds, kita kenalan terlebih dulu dengan Lee Kkoch-Nim, penulis Keberuntungan Sedang Menghampirimu
Profil Lee Kkoch-Nim, Penulis kitab Keberuntungan Sedang Menghampirimu
Lee Kkoch-Nim merupakan penulis asal Korea Selatan nan dikenal melalui beragam karya dalam aliran sastra remaja dan dongeng. Beberapa karyanya nan telah mendapatkan perhatian pembaca antara lain I Will Cross Time for You dan The Girl You Want to Kill.
Melalui karya-karyanya, Lee Kkoch-Nim banyak menghadirkan cerita nan dekat dengan kehidupan remaja, terutama mengenai pergulatan diri, kesepian, hubungan antar manusia, serta beragam persoalan nan dihadapi dalam proses menuju kedewasaan.
Ketertarikannya terhadap sastra remaja tidak terlepas dari pengalaman masa mudanya sendiri. Lee Kkoch-Nim pernah menggambarkan masa remajanya sebagai periode nan cukup panjang dan penuh pergulatan. Ia sempat merasa tidak percaya diri, kesepian, tidak menyukai dirinya sendiri, serta merasa kudu menghadapi beragam persoalan seorang diri. Namun, pada masa tersebut, dia menemukan kenyamanan melalui novel-novel bertema perjalanan menuju kedewasaan.
Cerita-cerita nan dibacanya saat itu memberikan penghiburan lantaran memperlihatkan tokoh-tokoh nan bisa menghadapi beragam kesulitan hingga akhirnya menemukan kembali kehidupan mereka. Pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan kemauan dalam diri Lee Kkoch-Nim untuk menjadi seorang penulis nan dapat memberikan kenyamanan serupa kepada remaja nan sedang merasa kesepian. Dari sanalah ketertarikannya terhadap sastra remaja dan dongeng semakin berkembang.
Keinginan menjadi penulis sebenarnya sudah muncul ketika Lee Kkoch-Nim tetap muda. Ia terbiasa menciptakan beragam cerita di dalam pikirannya, mulai dari tokoh-tokoh nan menghadapi bentrok hingga kisah tentang seseorang nan jatuh cinta. Ketika mengetahui bahwa penulis adalah orang nan menuangkan cerita-cerita tersebut ke dalam tulisan, dia mulai menyadari bahwa menjadi penulis merupakan sesuatu nan mau dilakukannya.
Meski begitu, perjalanan menuju bumi kepenulisan tidak langsung melangkah mudah. Lee Kkoch-Nim pernah merasa dirinya tidak cukup berbakat lantaran tidak pernah memenangkan penghargaan menulis selama masa sekolah. Ia apalagi sempat berupaya melupakan keinginannya untuk menulis dan menjalani kehidupan seperti biasa. Namun, semakin dia mencoba meninggalkan bumi menulis, semakin kuat pula kemauan tersebut muncul kembali. Hingga akhirnya, dia memberanikan diri menyampaikan keinginannya kepada sang ibu dan mendapatkan support penuh dari keluarganya untuk mulai menulis dengan serius.
Seiring perjalanan kariernya, Lee Kkoch-Nim juga mulai mengubah langkah pandangnya dalam menulis. Jika pada masa awal dia lebih banyak menulis berasas hal-hal nan dia pikirkan dan khawatirkan sendiri, kemudian dia mulai mencoba menghadirkan cerita tentang orang lain. Berbagai buahpikiran dapat muncul dari kehidupan sehari-hari, termasuk pemberitaan di media. Pendekatan tersebut kemudian melahirkan karya-karya nan mengangkat persoalan remaja dan kehidupan sosial dengan langkah nan dekat dengan pembacanya.
Salah satu karya nan mempunyai tempat unik bagi Lee Kkoch-Nim adalah Luck Is on Its Way to You, nan menjadi titel original dari Keberuntungan Sedang Menghampirimu. Karya tersebut terasa spesial baginya lantaran banyak pembaca nan menyampaikan rasa terima kasih setelah membaca ceritanya. Hal tersebut menjadi pengalaman nan berkesan bagi Lee Kkoch-Nim lantaran dia merasa sebuah cerita nan ditulisnya rupanya dapat memberikan sesuatu nan berfaedah bagi orang lain.
Sinopsis Keberuntungan Sedang Menghampirimu


Suatu hari, Hyeong-su dan Wu-yeong secara tidak sengaja menyaksikan kejadian nan membikin mereka susah melupakannya. Mereka memandang Eun-jae, kawan sekelas mereka nan tetap berumur 15 tahun, mengalami perlakuan kasar dari ayahnya sendiri. Kejadian tersebut membikin keduanya merasa tidak tenang, membikin mereka terus memikirkan apa nan semestinya dilakukan, tetapi tidak tahu gimana langkah membantu Eun-jae.
Sementara itu, Eun-jae justru memilih untuk bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Ia mulai menjauh dari teman-temannya dan menjalani kehidupan dengan rasa takut serta kepasrahan. Bagi Eun-jae, keadaan tersebut bukan sesuatu nan baru. Sejak kecil, dia sudah terbiasa hidup dalam situasi nan membuatnya merasa tidak mempunyai pilihan lain.
Di tengah kehidupan ketiga anak tersebut, terdapat sosok narator nan tidak biasa. Ia adalah sosok nan kerap disebut sebagai takdir alias keberuntungan, nan diam-diam mengawasi perjalanan mereka. Namun, keberuntungan tidak dapat begitu saja menyelamatkan seseorang dari keadaan buruk. Ia hanya dapat memberikan support kepada mereka nan tetap mempunyai kemauan untuk memperkuat dan bersedia mengulurkan tangan untuk meraihnya.
Perlahan, kisah ini membawa pembaca mengikuti perjalanan Eun-jae dalam menghadapi kehidupan nan selama ini membuatnya takut. Kehadiran Hyeong-su dan Wu-yeong juga menjadi bagian krusial dalam perjalanan tersebut, terutama ketika mereka berupaya memahami keadaan kawan mereka dan mencari langkah untuk membantunya.
Akankah Eun-jae menemukan keberanian untuk memperjuangkan kembali kehidupannya? Dan apakah uluran tangan nan datang dari orang-orang di sekitarnya bisa membantunya keluar dari kehidupan nan selama ini membelenggunya?
Kelebihan dan Kekurangan Keberuntungan Sedang Menghampirimu
Pros & Cons
Pros
- Mengangkat rumor kekerasan.
- Persahabatan nan menghadirkan kehangatan di tengah cerita.
- Karakter pendukung mempunyai peran nan berarti.
- Memberikan makna nan mendalam.
Cons
- Tema kekerasan nan cukup berat.
Kelebihan Keberuntungan Sedang Menghampirimu
Keberuntungan Sedang Menghampirimu karya Lee Kkoch-Nim mempunyai beberapa kelebihan nan membuatnya menarik untuk dibaca.
- Mengangkat rumor kekerasan
Salah satu kekuatan terbesar kitab ini adalah keberaniannya mengangkat rumor kekerasan terhadap anak dan remaja secara emosional.
Melalui pengalaman Eun-jae, pembaca dapat memandang gimana kekerasan tidak hanya meninggalkan luka secara fisik, tetapi juga mempengaruhi langkah seseorang memandang dirinya sendiri, lingkungan, apalagi masa depannya. Kisah tersebut membikin pembaca memahami bahwa korban tidak selalu mempunyai keberanian alias kesempatan untuk langsung mencari pertolongan.
Penggambaran seperti ini membikin persoalan nan diangkat terasa dekat dan membujuk pembaca untuk lebih peka terhadap keadaan orang-orang di sekitarnya.
- Persahabatan nan menghadirkan kehangatan di tengah cerita
Meskipun membawa tema nan cukup berat, kitab ini tidak terus-menerus berada dalam suasana muram. Kehadiran Hyeong-su dan Wu-yeong memberikan warna nan lebih ringan melalui interaksi, kesalahpahaman, dan tingkah laku mereka nan terkadang mengundang tawa.
Persahabatan keduanya juga menjadi bagian krusial dalam perjalanan cerita lantaran menunjukkan bahwa support dari orang lain dapat menjadi sumber kekuatan bagi seseorang nan sedang menghadapi masa sulit.
Perpaduan antara momen emosional dan lawakmembuat cerita terasa lebih seimbang dan tidak terlalu menyesakkan.
- Karakter pendukung mempunyai peran nan berarti
Salah satu perihal menarik lainnya adalah keberadaan beragam karakter pendukung nan tidak sekadar datang sebagai pelengkap cerita. Hyeong-su dan Wu-yeong, misalnya, sama-sama mempunyai persoalan dalam kehidupan mereka sendiri sehingga pembaca dapat memandang bahwa setiap tokoh rupanya menyimpan perjuangannya masing-masing.
Kehadiran karakter lain seperti ketua kelas, Pelatih Choi, dan Ji-jeong juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan cerita. Mereka memperlihatkan bahwa sebuah perubahan tidak selalu datang dari satu orang saja, tetapi dapat terbentuk dari kepedulian banyak orang.
- Memberikan makna nan mendalam
Konsep keberuntungan dalam kitab ini menjadi salah satu komponen nan membikin ceritanya terasa berbeda. Sosok nan disebut sebagai “takdir” alias “keberuntungan” bukanlah penyelamat nan dapat secara ajaib menghilangkan semua masalah. Sebaliknya, keberuntungan datang ketika seseorang tetap mempunyai kemauan untuk memperkuat dan bersedia menerima bantuan.
Gagasan tersebut memberikan makna nan lebih dalam terhadap titel buku, bahwa keberuntungan bukan hanya tentang nasib baik nan datang secara tiba-tiba, tetapi juga dapat datang melalui keberanian seseorang untuk meminta pertolongan dan kepedulian orang lain nan bersedia mengulurkan tangan.
Kekurangan Keberuntungan Sedang Menghampirimu
Meskipun Buku Keberuntungan Sedang Menghampirimu karya Lee Kkoch-Nim menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan nan bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.
- Tema kekerasan nan cukup berat
Meskipun menjadi salah satu kekuatan utama cerita, pembahasan mengenai kekerasan terhadap anak membikin kitab ini mempunyai suasana nan cukup emosional dan tidak selalu mudah untuk diikuti.
Beberapa bagian nan menggambarkan penderitaan Eun-jae dapat terasa menyesakkan, terutama bagi pembaca nan lebih menyukai cerita remaja dengan bentrok ringan. Karena itu, kitab ini mungkin memerlukan kesiapan emosional dari pembacanya.
Namun, penggambaran tersebut tetap mempunyai kegunaan krusial dalam menyampaikan pesan mengenai keberanian, kepedulian, dan pentingnya mencari support ketika menghadapi kekerasan.
Mengapa Seseorang Bisa Terbiasa dengan Kehidupan nan Menyakitkan?
Ketika seseorang terlalu lama berada dalam keadaan nan tidak menyenangkan, terkadang rasa sakit tersebut justru dapat terasa seperti sesuatu nan biasa. Bukan lantaran mereka menyukai keadaan tersebut, melainkan lantaran manusia mempunyai keahlian untuk beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka berada.
Hal inilah nan dapat kita lihat dari kondisi Eun-jae dalam Keberuntungan Sedang Menghampirimu. Tanpa membahas lebih jauh perjalanan tokohnya, kehidupan nan selama ini dijalani Eun-jae membikin kita bertanya-tanya, kenapa seseorang bisa tetap memperkuat dalam keadaan nan sebenarnya menyakitkan?
Secara psikologis, ada beberapa perihal nan dapat menjelaskan kenapa seseorang bisa terbiasa dengan situasi nan tidak sehat. Pengalaman nan berjalan terus-menerus dapat mempengaruhi langkah seseorang memandang dirinya sendiri, lingkungan sekitar, apalagi kemungkinan untuk mendapatkan kehidupan nan lebih baik. Berikut beberapa perihal nan menarik untuk diketahui.
Ketidakberdayaan nan Dipelajari Learned Helplessness
Salah satu argumen seseorang dapat terbiasa dengan keadaan nan menyakitkan adalah ketidakberdayaan nan dipelajari alias learned helplessness. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang berulang kali menghadapi situasi jelek nan terasa tidak dapat dikendalikan. Setelah mengalami perihal tersebut berkali-kali, seseorang dapat mulai merasa bahwa apa pun nan dilakukan tidak bakal mengubah keadaan.
Akibatnya, mereka mungkin berakhir mencoba mencari jalan keluar alias meminta pertolongan. Bukan lantaran tidak mau kehidupannya berubah, tetapi lantaran sudah kehilangan kepercayaan bahwa perubahan tersebut mungkin terjadi. Dalam situasi seperti ini, seseorang bisa saja memilih memperkuat lantaran tidak lagi memandang adanya pilihan lain.
Hal nan Sudah Dikenal Terasa Lebih Mudah Dihadapi
Manusia condong merasa lebih nyaman dengan sesuatu nan sudah dikenal dan dapat diprediksi. Menariknya, perihal tersebut tidak selalu berfaedah sesuatu nan menyenangkan. Lingkungan nan penuh tekanan sekalipun dapat terasa lebih mudah dihadapi ketika seseorang sudah terbiasa dengannya.
Sementara itu, perubahan justru menghadirkan ketidakpastian. Kehidupan baru mungkin terlihat lebih baik, tetapi seseorang belum tentu mengetahui apa nan bakal terjadi setelah meninggalkan keadaan nan selama ini dikenalnya. Karena itulah, sebagian orang dapat merasa takut menghadapi perubahan meskipun kondisi nan sedang dijalani sebenarnya tidak baik.
Pengalaman Buruk Bisa Dianggap sebagai Hal nan Normal
Jika seseorang sejak lama berada dalam lingkungan nan penuh masalah, pemisah mengenai sesuatu nan dianggap normal dapat ikut berubah. Perlakuan nan semestinya tidak diterima bisa perlahan dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Proses ini membikin seseorang mungkin tidak langsung menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam keadaan nan tidak sehat. Mereka bisa berpikir bahwa kehidupan memang seperti itu alias bahwa semua orang juga mengalami perihal serupa. Padahal, sesuatu nan sudah sering terjadi tetap tidak berfaedah sesuatu tersebut betul alias wajar untuk diterima.
Rasa Percaya Diri Bisa Ikut Menurun
Kehidupan nan penuh tekanan juga dapat mempengaruhi langkah seseorang memandang dirinya sendiri. Ketika terus-menerus mendapatkan perlakuan buruk, seseorang dapat mulai meragukan kemampuan, nilai, dan keberhargaan dirinya.
Perasaan tersebut kemudian dapat membikin seseorang semakin susah membayangkan kehidupan nan berbeda. Mereka mungkin merasa tidak cukup kuat untuk mengambil keputusan, tidak layak mendapatkan sesuatu nan lebih baik, alias apalagi merasa bahwa keadaan nan dialaminya merupakan kesalahan sendiri. Padahal, perlakuan jelek nan diterima seseorang bukanlah ukuran dari nilai dirinya.
Dukungan dari Orang Lain Bisa Membantu Membuka Pandangan
Ketika seseorang sudah terlalu lama berada dalam situasi nan menyakitkan, kehadiran orang lain dapat menjadi sangat berarti. Teman, keluarga, guru, alias orang nan dipercaya dapat memberikan perspektif pandang berbeda dan menunjukkan bahwa seseorang tidak kudu menghadapi semuanya sendirian.
Dukungan tersebut tidak selalu berfaedah langsung menyelesaikan masalah. Terkadang, sekadar mendengarkan, menunjukkan kepedulian, alias meyakinkan seseorang bahwa dirinya berbobot sudah menjadi langkah penting. Dari sana, seseorang dapat perlahan menyadari bahwa tetap ada pilihan dan bahwa kehidupannya tidak kudu terus berada dalam keadaan nan sama.
Penutup
Buku Keberuntungan Sedang Menghampirimu bisa menjadi pilihan referensi nan tepat bagi Grameds nan menyukai cerita remaja dengan rumor sosial, persahabatan, dan pesan kemanusiaan nan kuat.
Melalui kisah nan dihadirkan, Lee Kkoch-Nim tidak hanya membujuk Anda untuk memahami gimana seseorang dapat memperkuat dalam keadaan nan sulit, tetapi juga mengingatkan bahwa kepedulian sederhana dari orang lain dapat menjadi awal dari sebuah perubahan.
Perpaduan antara bentrok nan emosional, persahabatan nan hangat, serta konsep keberuntungan nan unik membikin kitab ini terasa menyentuh tanpa kehilangan sisi humanisnya.
Setelah membaca kisahnya, mungkin kita bakal kembali bertanya kepada diri sendiri, sudahkah kita cukup peka terhadap orang-orang di sekitar nan mungkin sedang memerlukan pertolongan?
Semoga ulasan dari Gramin ini dapat membantu Grameds mengenal lebih dekat Keberuntungan Sedang Menghampirimu dan menemukan pesan berarti nan tersimpan di dalamnya.
Kalau Anda tertarik untuk menyelami kisahnya, kitab Keberuntungan Sedang Menghampirimu karya Lee Kkoch-Nim ini bisa Anda dapatkan di Gramedia.com ya!
Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Akan Kulintasi Dunia Untukmu


Aku menulis ini lantaran disuruh ayahku.
Dengan kalimat itu, Eun-yu mulai menulis surat untuk diri sendiri, kemudian memasukkannya ke “kotak pos lambat”, nan bakal mengirim surat itu kepadanya tepat satu tahun berikutnya. Eun-yu mencurahkan kekesalan dalam surat itu, termasuk mengeluh tentang ayahnya nan mendadak berubah baik padahal tidak pernah peduli pada Eun-yu selama ini.
Ajaibnya, surat nan semestinya diterima oleh dirinya sendiri satu tahun kemudian itu tiba di tangan seorang anak wanita nan juga berjulukan Eun-yu nan hidup di tahun 1982. Meskipun waktu di kedua bumi itu melangkah dengan kecepatan nan berbeda, kedua Eun-yu mulai berkawan pena, saling bercerita tentang kehidupan masing-masing dan saling mencurahkan isi hati. Ketika Eun-yu di masa sekarang bercerita tentang dirinya nan tidak tahu apa-apa tentang ibu kandungnya lantaran ayahnya tidak pernah mau bercerita kepadanya, Eun-yu di masa lampau pun memutuskan membantu.
Anak nan Memendam Amarah


“Fakta tidak penting. nan krusial orang-orang percaya.” Ini adalah kisah tentang kebenaran semu dan kepercayaan palsu. Ji Ju-yeon dan Park Seo-eun bersahabat. Suatu hari, setelah bentrok hebat, Seo-eun ditemukan tewas di belakang sekolah dan Ju-yeon dituduh sebagai pembunuhnya.
Namun, entah kenapa, Ju-yeon sama sekali tidak ingat apa nan terjadi hari itu. Apakah Ju-yeon betul-betul membunuh Seo-eun? Orang-orang memberikan pernyataan dan kesaksian nan bertolak belakang, nan membikin gambaran tentang Ju-yeon, Seo-eun, dan hubungan mereka berdua ikut berubah-ubah. Siapa nan berbincang jujur? Siapa nan berbohong?
Sampai Agustus (Until August)


Ana Magdalena sudah dua puluh tujuh tahun menikah. Tak ada nan kurang dalam kehidupan nan telah dirajutnya berbareng suami dan anak-anaknya. Namun setiap bulan Agustus, dia menyeberang dengan feri ke pulau tempat ibunya dimakamkan, dan mengambil seorang kekasih baru, cinta satu malam berbareng laki-laki nan tak bakal ditemuinya lagi.
Dalam malam-malam gerah nan sarat denting salsa dan bolero, rayuan dan tipu daya, Ana kian jauh melangkah, tahun demi tahun, ke wilayah tak berjulukan di dalam jantung hasratnya sendiri, dan rasa takut nan diam-diam menunggu di sana.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·