Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2026 |19:43 WIB

Teknologi digital membuka kesempatan masyarakat desa untuk memperluas akses pasar sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Teknologi digital membuka kesempatan masyarakat desa untuk memperluas akses pasar sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru. Namun, keterbatasan akses dan pengetahuan digital tetap menjadi tantangan bagi sebagian generasi muda dan pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.
Kondisi ini mendorong salah satu pembuat afiliasi, entrepreneur, Hendri Alejandro untuk membantu penduduk memanfaatkan ekosistem digital dalam mengembangkan usaha. Inisiatif tersebut berasal dari pengamatannya terhadap sejumlah penduduk Desa Ibun nan menjalankan industri rumahan, khususnya upaya perlengkapan bayi.
Menurutnya, persoalan nan dihadapi pelaku upaya bukan semata-mata keahlian produksi, melainkan keterbatasan akses untuk menjangkau konsumen nan lebih luas.
Berbekal pengalaman di bagian digital, Hendri kemudian membantu penduduk memasarkan produk melalui beragam kanal digital. Salah satunya melalui fitur perdagangan elektronik dan program hubungan nan tersedia di sejumlah platform digital.
"Saya memandang sebenarnya banyak produk dari penduduk desa nan kualitasnya bagus dan produksinya jalan. Tantangannya adalah gimana mereka bisa menjangkau pasar nan lebih luas lantaran belum semua pelaku UMKM mempunyai pengetahuan dan akses digital nan memadai," ujar Hendri, Selasa (18/8/2026).
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·