Teddy Tegaskan Sikap Pemerintah ke Pembakar Lahan

Sedang Trending 18 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah bakal melakukan tindakan tegas terhadap setiap pihak nan terbukti melakukan pembakaran lahan dan melanggar ketentuan hukum. Hal ini sebagaimana pengarahan Presiden Prabowo Subianto.

"Penindakan tegas bakal dilakukan terhadap setiap pembakar lahan nan terbukti melanggar hukum," kata Teddy dikutip dari siaran pers, Sabtu (22/8/2026).

Prabowo telah mengecek letak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Pontianak Kalimantan Barat serta memimpin penanganan karhutla di Palangka Raya Kalimantan Tengah. Dia menginstruksikan tindakan cepat, terpadu dan serentak di seluruh wilayah Kalimantan nan terdampak.

Dalam kunjungan ini, Prabowo juga melakukan konvensi video dari Palangka Raya dengan petugas di Kalimantan Selatan, Gubernur, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Asisten Operasi (Asops) Polri. Konferensi tersebut dilakukan untuk mengecek secara langsung kebutuhan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

Teddy menyebut Prabowo menegaskan perlunya penguatan support personel, peralatan, serta sarana pemadaman agar seluruh titik api dapat segera ditangani.

"Penambahan lebih dari 17 helikopter water bombing bakal tiba paling lambat besok pagi. Melengkapi 30 pesawat nan sudah di Kalimantan," ujar Teddy.

Selain itu, dia menuturkan pemerintah bakal menambah mesin pompanisasi dan pipanisasi untuk mendukung proses pemadaman di seluruh kota nan terdampak. Prabowo juga menginstruksikan penambahan kekuatan personel di lapangan.

"Penambahan mesin pompanisasi dan pipanisasi di seluruh kota terdampak bakal tiba besok. Tiga batalyon alias sekitar 1.500 prajurit TNI beserta perangkat pemadam perorangannya bakal tiba dari luar Kalimantan besok pagi untuk membantu memadamkan titik-titik mini nan tetap tersebar," jelasnya.

Di sisi lain, Prabowo turut menekankan pentingnya penanganan akibat karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Dia memerintahkan jumlah tenaga kesehatan (nakes) ditambah.

"Penambahan tenaga kesehatan (nakes), penanganan masalah kesehatan, serta edukasi kepada penduduk mengenai karhutla," ucap Teddy.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita