
Taspen serahkan faedah kepesertaan korban kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. (Foto: dok Taspen)
JAKARTA - PT Taspen (Persero) memberikan manfaat kepesertaan kepada Nurlaela, korban tabrakan antara kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Penyerahan faedah program diterima langsung oleh ahli waris korban, nan tak lain suami korban, Heris Rusman.
Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto berbareng Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyerahkan langsung kewenangan kepemilikan faedah korban ke mahir waris senilai total Rp283.227.000. Penyerahan faedah berjalan di Balairung Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Heris nan datang dengan anak laki-lakinya sempat menitikan air mata sesaat sebelum momen pemberian. Nurlaela, istri Heris nan menjadi korban merupakan seorang pembimbing SD Negeri Pulo Gebang 11 Petang, Jakarta Timur. Dia menjadi salah satu di antara belasan korban meninggal dunia atas tragedi kecelakaan maut kereta tersebut.
"Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya ibu Nurlaela. Dedikasi beliau sebagai tenaga pendidik adalah jasa nan besar bagi bangsa. Melalui proses nan sigap dan transparan, kami pastikan seluruh kewenangan almarhumah tersampaikan kepada family untuk membantu menjaga keberlangsungan hidup dan pendidikan putra beliau," ujar Corporate Secretary Taspen, Henra Sastrawidjaja, Rabu (29/4/2026).
Adapun, rincian pemberian faedah program meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp227.076.400, nan mencakup santunan kematian, duit duka tewas, biaya pemakaman dan support danasiwa pendidikan anak. Ditambah, mahir waris korban juga menerima faedah Tabungan Hari Tua (THT) sebesar Rp56.150.600.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·