Harga beberapa komoditas alam bergerak beragam pada penutupan perdagangan Rabu (12/8). Beberapa komoditas nan menguat di antaranya adalah batu bara dan nikel sementara CPO dan timah mencatat pelemahan.
Dikutip dari tradingeconomics pada Kamis (13/8), nilai CPO ditutup pada MYR 4.697 per ton alias melemah 1,07 persen. Pelemahan itu disebabkan oleh tindakan ambil untung alias profit taking setelah mencapai level tertinggi dalam dua minggu.
Pelemahan tersebut juga mengikuti penurunan nilai minyak nabati di bursa Dalian dan diperparah oleh tanda-tanda pasokan nan melimpah dengan persediaan Juli naik 3,32 persen menjadi 2,63 juta ton, sementara produksi melonjak 9,41 persen menjadi 1,79 juta ton.
Bergeser ke batu bara, harganya justru menguat dalam periode nan sama. Dikutip dari tradingeconomics, nilai batu bara berada pada USD 129,50 per ton alias menguat 0,15 persen dibanding hari sebelumnya.
Tradingeconomics menjelaskan bahwa nilai batu bara nan mendekati USD 130 per ton pada pertengahan Agustus tersebut mengurangi kerugian baru-baru ini lantaran nilai minyak melonjak di tengah ketidakpastian nan terus bersambung mengenai kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri bentrok dan membuka kembali Selat Hormuz.
Di samping itu, nilai minyak nan lebih tinggi meningkatkan insentif untuk beranjak ke bahan bakar lain, terutama di antara negara-negara pengimpor daya di Eropa dan Asia.
Bergeser ke Nikel, harganya terpantau menguat setelah sempat turun. Dikutip dari London Metal Exchange (LME) nilai nikel ada pada USD 16.948 per ton. Angka tersebut naik 0,70 persen dibanding hari sebelumnya.
Sementara untuk timah, harganya terpantau melemah. Dikutip dari LME, nilai timah berada pada nomor USD 55.818 per ton alias melemah 0,17 persen dibanding hari sebelumnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·