Tas Tangan dari Kulit Dinosaurus Memicu Kontroversi Ilmiah, Ini Alasannya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

Tas Tangan dari Kulit Dinosaurus. FOTO/Reuters

LONDON - Sebuah tas tangan nan terbuat dari kolagen nan diekstrak dari fosil Tyrannosaurus Rex baru saja diluncurkan, menunjukkan potensi bahan kulit nan ditumbuhkan di laboratorium.

Menurut Reuters, pada tanggal 2 April, para intelektual dan desainer meluncurkan tas tangan nan terbuat dari kolagen nan diekstrak dari fosil Tyrannosaurus rex (T. rex) di Amerika Serikat. Ini adalah kreasi unik nan bermaksud untuk menunjukkan nilai kulit nan ditumbuhkan di laboratorium

Tas berwarna turquoise tersebut saat ini dipamerkan di Art Zoo Museum (Amsterdam, Belanda), ditempatkan di dalam sangkar di bawah model T. rex hingga 11 Mei. Setelah itu, tas tersebut bakal dilelang dengan nilai penawaran awal nan diperkirakan melampaui USD500.000.

Menurut tim pengembang, material tersebut dibuat dari bagian protein antik nan diambil dari tulang dinosaurus nan telah menjadi fosil, kemudian ditanamkan ke dalam sel hewan untuk menghasilkan kolagen, dan selanjutnya diproses menjadi kulit. Proyek ini merupakan kerjasama antara The Organoid Company, Organoid, dan VML.

Sebelumnya, Organoid dan VML bekerja-sama untuk menciptakan bakso raksasa pada tahun 2023 dengan menggabungkan DNA mammoth berbulu dengan sel domba.

Thomas Mitchell, CEO dari The Organoid Company, mengatakan bahwa proses pengembangan tas "kulit Tyrannosaurus Rex" ini menghadapi banyak tantangan teknis.

Sementara itu, Che Connon dari Lab-Grown Leather Ltd., produsen kulit nan terbuat dari kolagen nan dimodifikasi, mencatat bahwa asal "T. rex" memberikan daya tarik unik pada produk tersebut.

"Ini bukan hanya pengganti ramah lingkungan pengganti kulit asli, tetapi juga peningkatan teknologi," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews