Target Operasi PLTA Batang Toru Dikebut, Topang Sistem Listrik Sumatera

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Hotel Sheraton Jakarta, Selasa (25/11/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Kementerian ESDM mempercepat sasaran operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, seiring dengan pemulihan jaringan transmisi listrik usai musibah banjir dan longsor pada akhir tahun 2025.

Akibat musibah hidrologi tersebut, lima menara transmisi roboh sehingga tetap menyisakan tantangan bagi sistem kelistrikan Sumatera. Untuk memperkuatnya, pemerintah bakal mengebut pengoperasian PLTA Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menilai PLTA nan dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) itu krusial untuk memperkuat transmisi pasokan listrik di Sumatera dan diharapkan dapat segera terhubung dengan jaringan Sumatera.

“Ini merupakan upaya percepatan kami untuk menyediakan dan mencerminkan daya secara nasional. Khususnya, kondisi daya di wilayah Sumatera cukup kritis sehingga kami memerlukan antisipasi. Dengan keterbatasan kesiapan daya primer nan lain, kami sudah mempunyai PLTA Batang Toru nan bisa on-grid,” ujar Yuliot dalam keterangan resmi, Jumat (31/7).

Yuliot menjelaskan, Kementerian ESDM sekarang mengawal proses pemulihan nan tetap berada pada tahap perancangan menara dan struktur pondasi nan terhubung kepada PLTA Batang Toru.

“Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar daya listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatera,” jelasnya.

kumparan post embed

Selain hambatan transmisi, proyek Rp 21,6 triliun ini juga sempat tersendat perizinan dan administrasi. Kepastian lanjutannya setelah Menteri Lingkungan Hidup mencabut hukuman administratif melalui Keputusan Nomor 1444 Tahun 2026 pada 16 Maret 2026, disusul persetujuan untuk melanjutkan konstruksi.

Saat ini, kata Yuliot, proses penyelesaian manajemen melangkah paralel dengan uji teknis pembangkit listrik nan memerlukan penampungan udara.

Pengoperasian pembangkit ini pun diharapkan mendukung sasaran bauran daya baru terbarukan nasional nan saat ini berada pada kisaran 16 hingga 17 persen dan ditargetkan mencapai 21 persen pada akhir 2026.

“Jika kita tidak melakukan percepatan-percepatan, maka sasaran bauran daya 21 persen tidak bakal tercapai hingga akhir tahun,” ujarnya.

PLTA Batang Toru berada di lahan seluas 650 hektare di Kabupaten Tapanuli Selatan. Proyek berkapasitas 510 MW ini dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy dengan Sinohydro Corporation Limited sebagai kontraktor.

Pembangunannya dimulai pada 1 September 2017 dengan investasi Rp 21,6 triliun nan berasal dari penanaman modal asing.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan