PGE Raup Laba Bersih USD 79,6 Juta Kuartal II 2026, Tumbuh 15,48 Persen

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Di tengah pandemi, produksi setara listrik geothermal Pertamina tahun 2020 lebih tinggi 14 persen dari target. Foto: Pertamina

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menutup kuartal II 2026 dengan laba bersih USD 79,6 juta, naik 15,48 persen dari pencapaian periode nan sama tahun sebelumnya.

Mengacu pada laporan finansial interim per 30 Juni 2026, perseroan pendapatan sebesar USD 235,027 juta, tumbuh 14,7 persen secara year on year (yoy) dibandingkan USD 204,850 juta pada kuartal II 2025.

Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan produksi. Hingga semester I 2026, total produksi PGE mencapai 2.745 GWh, meningkat 13,62 persen dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh.

“Pertumbuhan pendapatan tersebut juga tercermin pada untung bersih perseroan nan naik 15,48 persen secara tahunan menjadi USD 79,607 juta, ditopang oleh pertumbuhan produksi dan keandalan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) serta untung selisih kurs nan positif," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7).

Dari segi permodalan, ekuitas perseroan tercatat sebesar USD 2,006 miliar pada kuartal II 2026, mencerminkan pondasi finansial nan sehat dengan keahlian nan kuat dalam memenuhi tanggungjawab sekaligus menghasilkan laba. Total aset perseroan mencapai USD 2,967 miliar, serta kas dan setara kas USD 656,634 juta.

Sementara liabilitas perseroan justru turun 2,80 persen dibandingkan 31 Desember 2025 menjadi USD 961,184 juta, berakibat positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan akibat finansial perseroan.

Jelang 100 Tahun Panas Bumi

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan panas bumi berkarakter bersih, andal dan baseload, sehingga cocok untuk menopang sistem kelistrikan di tengah transisi energi. Tahun 2026 menandai 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia.

“Seratus tahun lalu, perjalanan ini dimulai dari eksplorasi di Kamojang, Jawa Barat. Hari ini, PGE bangga menjadi penggerak utama nan mengelola sekitar 70 persen daya panas bumi di seluruh Indonesia, dan Kamojang menjadi bagian krusial dari kami," tuturnya.

Perkembangan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) turut menunjukkan arah nan semakin positif. Hal ini tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025 hingga 2034, nan menargetkan porsi EBT mencapai 76 persen, dengan panas bumi ditargetkan menyumbang kapabilitas sebesar 5,2 gigawatt (GW) selama periode tersebut.

Untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut, PGE menargetkan kapabilitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033. Saat ini, perseroan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapabilitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), serta berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di beragam daerah.

PGE juga mencatatkan keahlian unggul dalam aspek keberlanjutan dengan meraih ranking ESG tertinggi di Indonesia, ialah skor 7,1 dari Sustainalytics. PGE menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia nan masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan