
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
JAKARTA – Pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengusung misi besar dengan berencana menerapkan filosofi permainan total football untuk Skuad Macan Kemayoran. Strategi modern tersebut sengaja dipilih demi mendongkrak performa tim agar bisa merebut gelar juara Super League 2026-2027.
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026-2027 sendiri baru dijadwalkan bergulir pada awal September 2026. Guna mematangkan strategi baru ini, Persija bakal langsung tancap gas memulai agenda persiapan tim pada pertengahan Juli 2026.
1. Bicara Filosofi Permainan
Shin Tae-yong mengatakan kekuatan sebuah tim tidak hanya ditentukan dari posisi pemain di atas kertas, tetapi juga melalui individu-individu nan bisa bergerak sebagai satu kesatuan. Jadi, dia mengusung filosofi permainan layaknya total football.
“Saya mau Persija menjadi tim nan mempunyai mobilitas tinggi. Selain kiper, sepuluh pemain lainnya kudu bisa melakukan total football, lebih dari sekadar menjaga posisi mereka sendiri," kata Shin Tae-yong dilansir dari laman Persija, Sabtu (20/6/2026).
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
"Saya mau mengubahnya menjadi tim nan penuh semangat dan lincah,” tambahnya.
Pelatih berumur 57 tahun itu memahami bahwa untuk mencapai level permainan nan diinginkan tidak mudah. Karena itu, para pemain Persija wajib punya kebugaran bentuk nan prima agar para pemainnya dapat bergerak di seluruh sisi lapangan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin bola lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·