Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus, Ipda Moh Jafar mendampingi seorang siswa yatim piatu mengambil rapor di SMP Negeri 2 Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6).
Hal ini merupakan corak kepedulian personel Polri kepada anak nan telah kehilangan kedua orang tuanya. Kegiatan ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah, ialah mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar).
Siswa tersebut ialah Muhammad Azhari Nafis, penduduk Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog. Kehadiran polisi nan mengantar rapor itu bermulai dari permintaan masyarakat melalui jasa Lapor Pak Kapolres Kudus agar Nafis mendapat pendampingan saat mengambil rapor sekolah.
Ipda Jafar mengatakan, pihaknya menjemput Nafis dari rumah menggunakan mobil polisi. Kemudian mengantarnya ke sekolah.
Selain membantu pengambilan rapor, kehadiran polisi juga diharapkan dapat memberikan support moral bagi Nafis. Nafis sekarang tinggal berbareng kakaknya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
"Alhamdulillah hari ini kami mendampingi adik kita Muhammad Azhari Nafis. Kami menjemput di rumah kemudian mengantarnya ke SMP 2 Gebog untuk mengambil rapor," katanya, Sabtu (20/6).
Saat pengambilan rapor, Nafis dinyatakan naik dari kelas VIII ke kelas IX. Ipda Jafar menyebut hasil belajar Nafis menunjukkan perkembangan nan cukup baik selama satu semester terakhir.
Menurutnya, aktivitas tersebut bukan sekadar membantu proses pengambilan rapor. Tetapi juga memberikan perhatian dan semangat kepada anak-anak nan memerlukan support dari lingkungan sekitar.
Usai menerima rapor, Nafis diajak makan siang berbareng personil Satlantas Polres Kudus. Polisi juga memberikan bingkisan berupa tas sekolah dan perlengkapan perangkat tulis untuk menunjang aktivitas belajarnya.
"Saya tersentuh dengan kondisi Nafis nan kudu melanjutkan pendidikan tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut memperhatikan anak-anak yatim piatu agar tetap mendapatkan support dalam menjalani pendidikan dan kehidupan sehari-hari," terangnya.
Pihaknya juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak selama masa liburan sekolah. Menurutnya, pengawasan krusial dilakukan untuk mencegah anak terlibat dalam beragam corak kenakalan remaja. Yakni seperti balap liar, geng remaja, maupun tindakan lain nan berpotensi mengarah pada kriminalitas.
Sementara itu, Nafis mengaku senang mendapat pendampingan dari personil kepolisian saat mengambil rapor. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi perhatian nan belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Perasaannya senang, baru pertama kali ini diantar Pak Polisi," ucapnya.
Nafis mengaku bakal terus antusias belajar dan meraih cita-citanya. Ia berambisi kelak bisa menjadi personil polisi nan baik serta mengabdikan diri untuk membantu masyarakat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·