Tangis Ibu dari Winda Eks Istri Brigadir ISH yang Tewas di Medan: Tolong Yesus

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Suasana kediaman family mantan istri polisi nan tewas di rumahnya, Medan, Rabu (5/8/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Kesedihan Yestin Laia, ibu dari Winda Lorenza Gowasa, mantan istri polisi berkedudukan Brigadir ISH, tak terbendung memandang putrinya terbujur kaki di peti meninggal di rumah duka mereka di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/8).

Sebelumnya, Polrestabes Medan menyebut Winda tewas bunuh diri menggunakan pistol milik mantan suaminya nan merupakan mantan polisi.

Tampak rumah orang tua Winda dipenuhi kerabat nan datang sejak pagi hari. Mereka terus saling menguatkan atas kematian Winda nan dinilai terlalu cepat.

"Kasih tahu lah samaku. Bapak pakai hati kalian ya. Ciptaan Tuhan, buatan kita, apa nan sebenarnya bapak beritakan. Tolonglah, oooo Yesus. Seorang ibu kehilangan anaknya," kata Yestin.

Sesekali Ibu Winda tampak mengelus wajah putrinya dalam peti meninggal itu.

Air mata terus berceceran membasahi pipinya. Wajahnya tampak memendam luka teramat dalam. Rasa lenyap nan panjang.

Respons Polisi

kumparan telah mengkonfirmasi sejumlah kejanggalan nan ditemukan family Winda ke Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak. Ia mengatakan autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan.

"Sudah dilakukan autopsi," kata Calvijn saat dikonfirmasi, Rabu (5/8).

Polrestabes Medan Pastikan Mantan Istri Polisi Meninggal Bukan Korban Pembunuhan

Sebelumnya, Polrestabes Medan memastikan tewasnya wanita berjulukan Winda alias WLG di rumahnya di Medan Helvetia, Kota Medan, merupakan kasus bunuh diri. Winda mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api milik mantan suaminya, nan merupakan personil polisi berkedudukan brigadir berinisial ISH.

Hal tersebut diungkapkan setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berbareng tim Inafis. Di dalam bilik mandi tersebut ditemukan senjata api dan hasil autopsi pada korban ditemukan residu di tubuh korban.

"Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam (kamar mandi) dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor. Dikuatkan dengan hasil autopsi nan dilakukan oleh master autopsi bahwa adanya sisa residu di jari, tangan, badan, baju milik korban," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).

Calvijn menuturkan, tim identifikasi dan Laboratorium Forensik (Labfor) melakukan swab (pengambilan sampel) pada jari tangan di tubuh ISH tidak ditemukan sisa residu.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan