Binti Mufarida
, Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |21:56 WIB

Mensos soal Bansos (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Sosial menangguhkan 1.494.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako nan terindikasi melakukan transaksi gambling online berasas hasil pemadanan info dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dari jumlah tersebut, 794.475 KPM juga merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk sementara penyaluran support ke mereka ditangguhkan sembari menunggu proses verifikasi.
“Ada 1.494.652 family penerima faedah nan terindikasi gambling online, berasas info nan kami terima dari PPATK. Hari-hari ini kita sedang menelusuri dan mendalami,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat Konferensi Pers di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut meningkat dibandingkan hasil pemadanan info pada 2025 nan menemukan nyaris 600 ribu KPM terindikasi mempunyai transaksi mengenai gambling online.
Ia menjelaskan, dari 1.494.652 KPM penerima Program Sembako nan terindikasi mempunyai transaksi gambling online, 794.475 KPM di antaranya juga tercatat sebagai penerima PKH. Kemensos sekarang melakukan penelusuran dan verifikasi lebih lanjut terhadap info tersebut. Hasil pendalaman ditargetkan dapat dipetakan pada pekan depan.
“Kita sekarang sedang telusuri, mungkin minggu depan paling tidak kita sudah punya gambaran lebih jauh tentang hasil penelusuran. Nanti bakal kita lihat dan bakal kita sampaikan hasilnya,” jelas Gus Ipul.
Kemensos juga bakal melakukan pendalaman berbareng PPATK dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memastikan apakah penerima faedah tersebut terbukti menyalahgunakan support sosial. Proses verifikasi tersebut juga menjadi bagian dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar support sosial tepat sasaran.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·