Jakarta -
Tanggal 1 Mei 2026 ditetapkan sebagai libur nasional berasas SKB 3 Menteri. Libur ini merupakan long weekend lantaran berdekatan dengan libur akhir pekan.
Merujuk pada SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, tanggal 1 Mei 2026 adalah libur Hari Buruh. Tidak ada libur berbareng untuk memperingati Hari Buruh 2026.
Long Weekend Hari Buruh 2026
Setelah libur Hari Buruh, ada libur akhir pekan sehingga penduduk dapat menikmati libur panjang (long weekend). Ini jadwalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Jumat, 1 Mei 2026: Hari Buruh Internasional
- Sabtu, 2 Mei 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 3 Mei 2026: Libur akhir pekan
Penetapan Hari Buruh 1 Mei Sebagai Libur
Hari Buruh di Indonesia dijadikan sebagai libur nasional. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 nan ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan: KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PENETAPAN
TANGGAL 1 MEI SEBAGAI HARI LIBUR.
KESATU: Menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Libur untuk memperingati Hari Buruh Internasional.
Sejarah Hari Buruh
Melansir situs History, Hari Buruh Internasional (May Day) adalah seremoni setiap tanggal 1 Mei. Pada abad ke-19, Hari Buruh Internasional mempunyai makna sebagai Hari Pekerja Internasional nan tumbuh dari aktivitas pekerja abad ke-19 untuk hak-hak pekerja dan hari kerja delapan jam di Amerika Serikat.
Kaitan antara Hari Buruh Internasional (May Day) dan hak-hak pekerja bermulai di Amerika Serikat. Selama abad ke-19, pada puncak Revolusi Industri, banyak orang mengalami perihal nan tidak baik akibat kondisi kerja nan jelek dan jam kerja nan panjang.
Dalam upaya mengakhiri kondisi nan tidak manusiawi ini, Federasi Serikat Dagang dan Buruh Terorganisasi alias Federation of Organized Trades and Labor Unions/FOTLU (yang kemudian menjadi Federasi Buruh Amerika alias American Federation of Labor/AFL) mengadakan konvensi di Chicago pada tahun 1884. FOTLU memproklamirkan "delapan jam bakal dianggap sebagai hari kerja nan sah mulai tanggal 1 Mei 1886."
Pada tahun berikutnya, Knights of Labor -yang saat itu merupakan organisasi pekerja terbesar di Amerika-mendukung proklamasi tersebut lantaran kedua golongan tersebut mendorong para pekerja untuk melakukan pemogokan dan demonstrasi.
Pada tanggal 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja (40.000 di Chicago saja) dari 13.000 perusahaan meninggalkan pekerjaan mereka di seluruh negeri. Pada hari-hari berikutnya, lebih banyak pekerja berasosiasi dan jumlah pekerja nan mogok meningkat menjadi nyaris 100.000.
Secara keseluruhan, protes berjalan damai, tetapi semuanya berubah pada tanggal 3 Mei ketika polisi Chicago dan para pekerja berantem di McCormick Reaper Works. Keesokan harinya, sebuah unjuk rasa direncanakan di Haymarket Square untuk memprotes pembunuhan dan melukai beberapa pekerja oleh polisi.
Pembicara, August Spies, sedang menyelesaikan pidatonya ketika sekelompok petugas tiba untuk membubarkan kerumunan. Saat polisi maju, seseorang nan identitasnya tidak pernah diketahui melemparkan peledak ke arah mereka. Kekacauan pun terjadi, dan setidaknya tujuh petugas polisi dan delapan penduduk sipil tewas akibat kekerasan pada hari itu.
Beberapa tahun setelah Kerusuhan Haymarket, sebuah koalisi baru nan terdiri dari partai-partai sosialis dan pekerja di Eropa menyerukan demonstrasi untuk menghormati "Para Martir Haymarket."
Pada tahun 1889, sebuah federasi internasional golongan sosialis dan serikat pekerja menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari support bagi para pekerja, untuk memperingati Kerusuhan Haymarket di Chicago (1886).
(kny/imk)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·