loading...
Deteksi Letusan Gunung Anak Krakatau. Foto/ AP
JAKARTA - Memprediksi kapan suatu gunung berapi bakal meletus merupakan perihal nan sulit, tapi salah satu letusan gunung api di Hawaii memberi pelajaran nan dapat membantu.
Kīlauea, sebuah gunung berapi di Pulau Besar Hawaii, mungkin merupakan gunung berapi nan paling dipahami di Bumi. Hal itu lantaran pemantauan dan pengumpulan info sejak dibentuknyaHawaiian Volcano Observatorypada 1912.
Selain itu, gunung berapi ini juga berada di bawah jaringan pemantauan geofisika paling canggih di dunia.
Dari langit, satelit mengumpulkan info nan menunjukkan perubahan topografi gunung berapi ketika magma bergerak dalam seluruh sistem saluran magma internal. Di samping itu, satelit juga memandang komposisi gas vulkanik.
Dari tanah, mahir vulkanologi menggunakan sejumlah perangkat kimia dan bentuk nan sangat sensitif untuk dapat memahami struktur sistem saluran magma itu lebih lanjut. Dengan alat-alat ini, pergerakan magma di dalam gunung berapi dapat dipelajari.
Hal utama dalam pemantauan gunung berapi adalah berangkaian dengan aktivitas kegempaan, meliputi frekuensi, tempat, dan waktu gempa bumi terjadi. Gempa bumi dapat dipicu oleh aktivitas magma di dalam gunung berapi.
Pengumpulan info di letak gempa bumi tersebut (teknik nan dikenal sebagai triangulasi) dapat melacak jalur magma nan berada di bawah tanah.
Skema sistem saluran magma dalam gunung berapi Kilauea, Big Island, Hawaii. Magma diangkut dari dalam Bumi hingga sampai ke serangkaian reservoir magma puncak.USGS
Sebuah teknik terbaru, interferometri seismik, menggunakan getaran daya dari gelombang laut nan mengenai garis pantai nan jauh nan kemudian menempuh perjalanan melalui gunung berapi tersebut.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·