Anak Krakatau Berubah Bentuk, Ahli Ingatkan Bahaya Lontaran Vulkanik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

loading...

Anak Krakatau Berubah Bentuk. Foto/ NASA

JAKARTA - Aktivitas intensif Anak Krakatau di Selat Sunda dan kondisi cuaca jelek sempat menyulitkan pemantauan terhadap Anak Krakatau.

Perusahaan pengamatan Bumi nan berbasis di San Francisco—berhasil memperoleh gambaran terbaru gunung tersebut menggunakan platform Dove dan SkySat.

Citra ini memperlihatkan perubahan corak gunung nan sebelumnya sempat tampak menghilang dari pandangan akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

Bagian utama Anak Krakatau nan semula mempunyai ketinggian 340 meter sekarang telah runtuh dan membentuk sebuah teluk kecil.

Badan penanggulangan musibah Indonesia menyatakan bahwa dua pertiga dari ketinggian Anak Krakatau (setara dengan 150-170 juta meter kubik material) telah hilang, di mana sebagian besar di antaranya diperkirakan telah meluncur jatuh ke laut.

Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pascaerupsi 22 Desember 2018 tetap relatif kecil. Kondisi morfologi saat ini dinilai tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala nan dapat memicu tsunami.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan penilaian tersebut berasas hasil pertimbangan terhadap kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau. Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi gunung api juga terus dilakukan secara intensif.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews