loading...
Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Bisa Bikin Pesawat Retak. Foto/ Dok SindoNews
JAKARTA - Dampak erupsi Anak Gunung Krakatau, berakibat terhadap penerbangan nan terjadi di beragam Bandara Internasional di Indonesia.
Sejumlah maskapaidibatalkan, jika pesawat masuk ke wilayah VONA dimana merupakan wilayah sebaran abu gunung api nan halus, maka mesin pesawat bakal menyedot abu tersebut.
Menurut penelitian nan dilakukan oleh NASA, debu gunung berapi bisa merusak kegunaan baling-baling pada pesawat turboprop alias mesin jet dalam pesawat turbofan, komponen vital dalam penerbangan.
Abu silika nan ukurannya sangat kecil, diameternya antara 6 mikron hingga 2 mm, bisa terbawa angin dengan mudah. Lapisan debu ini juga mengacaukan sensor temperatur sehingga sistem mati-otomatis keempat mesinnya menjadi aktif.
Abu dari gunung berapi susah untuk dihilangkan, dan memerlukan waktu nan lama untuk lenyap sepenuhnya jika tidak segera diambil tindakan.
Jika perihal ini terjadi dan dibiarkan, maka dalam jangka waktu lama debu nan menempel dalam badan alias komponen pesawat bisa menyebabkan retakan-retakan lembut di bodi pesawat dan jangka panjangnya bisa membelah bodi badan pesawat. Retakan di badan pesawat, sekecil apa pun, tentu sangat membahayakan.
Sebab, badan pesawat didesain agar bisa "mengembang" dan "mengempis" saat di udara dan di darat, menyesuaikan tekanan udara. Abu silika gunung berapi seperti dikutip dari The Sun, mempunyai titik leleh pada suhu 1.100 derajat celsius.
Lelehan itu bisa menempel dan melumerkan komponen bilah-bilah turbin di dalam mesin jet, alias nozzle, nan dalam pesawat jet modern suhunya bisa mencapai 1.400 derajat celsius.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·