Fenomena Anak Krakatau Ini Tak Bisa Disepelekan, Taruhannya Nyawa

Sedang Trending 4 jam yang lalu

loading...

Fenomena Anak Krakatau. Foto/ Dok SindoNews

JAKARTA - Ahli pengetahuan bumi memperingatkan Gunung Anak Krakatau tetap sangat rawan lantaran mempunyai potensi longsoran tubuh gunung bawah laut nan dapat memicu tsunami mendadak serta aktivitas erupsi eksplosif nan tinggi.

Data satelit dan rekaman helikopter nan diambil pada 23 Desember 2018 lampau mengonfirmasi bahwa bagian sektor barat daya dari gunung api tersebut telah ambruk ke laut.

Dalamsebuah laporan 29 Desember, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan bahwa tinggi Anak Krakatau turun dari 338 meter di atas permukaan laut ke 110 meter.

Suatu simulasi peristiwa gunung berapi menunjukkan potensi gelombang 15 meter alias lebih secara lokal (merah) nan berasal dari situs Anak Krakatau.Giachetti et al. (2012)

Meski sebagian besar tsunami mempunyai asal-usul seismik (misalnya,tsunami di Aceh pada 2004dan tsunami di Tohuku Jepangpada 2011), mereka juga dapat dipicu oleh kejadian nan mengenai dengan letusan gunung berapi besar.

Tsunami nan disebabkan gunung berapi dapat dipicu oleh ledakan bawah laut alias oleh aliran piroklastik nan besar—campuran panas gas vulkanik, abu dan balok nan bergerak dengan kecepatan puluhan kilometer per jam–jika mereka masuk ke dalam badan air.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews