
Tambang Ilegal Ditertibkan, TINS Bakal Panen Produksi Timah? (Foto: TINS)
JAKARTA - Penertiban tambang timah terlarangan berpotensi menjadi katalis bagi PT Timah Tbk (TINS) untuk meningkatkan produksi. Aktivitas pertambangan terlarangan selama ini menjadi salah satu tantangan bagi produsen resmi dan membikin sebagian pasokan timah berada di luar rantai pasok resmi.
Pemerintah Indonesia menargetkan penutupan sekitar 1.000 tambang timah terlarangan di Bangka Belitung. Presiden Prabowo Subianto memperkirakan, sektor shadow alias pertambangan timah di luar sistem resmi dapat mencapai sekitar 80% dari total produksi timah di Bangka Belitung.
Sementara itu, Indonesian Tin Exporters Association memperkirakan hingga 12.000 ton timah dapat diekspor secara terlarangan setiap tahun.
Besarnya aktivitas tambang terlarangan tersebut menjadi persoalan bagi TINS. Manajemen TINS sebelumnya menyebut persaingan dengan penambang terlarangan sebagai salah satu aspek nan menekan produksi. Produksi bijih timah TINS pada semester I 2025 turun 32% secara tahunan menjadi 6.997 ton.
Co-Founder Pasar Dana Hans Kwee menyampaikan dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja, nilai timah dunia dan komitmen terhadap penertiban tambang ilegal, Hans tetap merekomendasikan Buy untuk TINS dengan sasaran nilai Rp4.700 hingga Rp5.000 per saham.
"Prospek TINS saat ini ditopang oleh pemulihan produksi, dan potensi normalisasi pasokan melalui penertiban tambang ilegal," katanya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Lebih lanjut, dia menilai valuasi TINS tetap bakal tetap menarik. Dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 4,49 kali, valuasi TINS tetap relatif murah dibandingkan pertumbuhan penjualan dan untung bersih perseroan. Net keuntungan margin TINS nan mencapai sekitar 26% dan return on equity (ROE) sekitar 51%.
"Dari sisi industri, prospek nilai timah bumi tetap positif seiring potensi kekurangan pasokan akibat meningkatnya kebutuhan industri semikonduktor dan kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI)," katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·