Taman Kota Terbukti Mampu Dinginkan Suhu Udara hingga Luar Area Ruang Terbuka Hijau

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Taman Kota Terbukti Mampu Dinginkan Suhu Udara hingga Luar Area Ruang Terbuka Hijau Ilustrasi(Magnific)

KEBERADAAN taman kota selama ini dikenal sebagai tempat rekreasi sekaligus paru-paru hijau bagi masyarakat urban. Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa faedah taman kota jauh lebih besar daripada nan terlihat. Ruang terbuka hijau ini rupanya mempunyai "efek domino" nan bisa mendinginkan suhu udara di lingkungan sekitarnya, apalagi melampaui batas-batas bentuk taman itu sendiri.

Fenomena ini menjadi sangat krusial di tengah ancaman urban heat island (pulau panas perkotaan), ialah kondisi di mana area perkotaan mempunyai suhu nan jauh lebih tinggi daripada area pedesaan di sekitarnya. Tingginya suhu kota ini dipicu oleh banyaknya permukaan beton, aspal jalanan, serta minimnya vegetasi alami nan bisa menyerap panas matahari.

Melalui penelitian mendalam, para intelektual mengukur perubahan suhu di sekitar beragam taman kota dengan ukuran dan karakter nan berbeda. Hasil info menunjukkan bahwa area hijau tidak hanya menurunkan suhu di dalam area taman itu sendiri, tetapi hawa sejuknya mengalir ke luar dan secara signifikan mendinginkan lingkungan perumahan serta jalanan di sekitarnya.

Kemampuan pendinginan eksternal ini dipengaruhi oleh kejadian evapotranspirasi, di mana tanaman melepaskan uap air ke atmosfer, serta gambaran nan dihasilkan oleh tajuk-tajuk pohon besar. Angin kemudian membawa udara sejuk ini ke area terbangun di sekitarnya, menciptakan suasana mikro nan lebih nyaman bagi penduduk kota.

Para peneliti juga menemukan efektivitas jangkauan pendinginan ini sangat berjuntai pada ukuran, bentuk, dan kepadatan vegetasi di dalam taman. Taman nan mempunyai kombinasi pohon rindang dan area rumput nan tertata dengan baik terbukti memberikan pengaruh pendinginan nan lebih luas dan konsisten ke wilayah sekitarnya.

Temuan ini memberikan rekomendasi krusial bagi para perencana kota dan kreator kebijakan. Dalam merancang tata kota di masa depan, pembangunan ruang terbuka hijau tidak boleh lagi dianggap sebagai sekadar pelengkap estetika alias akomodasi intermezo semata. Taman kota kudu diintegrasikan secara strategis sebagai prasarana hijau nan esensial untuk memitigasi gelombang panas, mengurangi penggunaan pendingin ruangan (AC), dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban di tengah perubahan suasana global. (EArth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia