Ketua Umum AMI, Putu Supadma Rudana
JAKARTA - Puncak seremoni Hari Museum Indonesia ke-11 dan Hari Kebudayaan Nasional 2026 digelar di Museum Rudana, Ubud, Bali, Senin (19/10/2026). Mengusung semangat Setanggi Puspa Budaya, seremoni ini menjadi momentum untuk memperkuat peran museum sebagai penjaga warisan sejarah, identitas bangsa, sekaligus rumah kebudayaan Indonesia.
Di tengah beragam tantangan nan dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun terakhir, sektor kebudayaan dan permuseuman dinilai menjadi salah satu mercusuar pencapaian pemerintah.
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pelestarian museum dan penguatan kebudayaan nasional. Menurut Putu, salah satu langkah nan menjadi perhatian adalah percepatan revitalisasi dan penataan lebih dari 200 titik museum, cagar budaya, keraton, istana, benteng, dan aset budaya lainnya sepanjang 2026.
“Di tengah beragam tantangan nan dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo selama dua tahun ini, kami memandang sektor kebudayaan dan permuseuman mempunyai peran krusial dan menjadi salah satu mercusuar pencapaian pemerintah. Kami mengapresiasi perhatian Bapak Presiden Prabowo Subianto percepatan revitalisasi museum dan kebudayaan Indonesia,” ujar Putu melalui keterangan pers.
Program tersebut tidak hanya menyasar pembenahan fisik, tetapi juga pembaruan narasi sejarah, tata letak, serta pemanfaatan teknologi digital untuk menghadirkan pengalaman museum nan lebih edukatif dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Putu berambisi perhatian pemerintah terhadap permuseuman dan kebudayaan terus diperkuat melalui kerjasama dengan pengelola museum, seniman, budayawan, dan masyarakat. Dengan demikian, museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan peninggalan masa lalu, tetapi juga ruang pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan kebudayaan untuk masa depan.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·