Taiwan Tembakkan Roket HIMARS ke Arah Tiongkok untuk Pertama Kali

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Taiwan Tembakkan Roket HIMARS ke Arah Tiongkok untuk Pertama Kali Ilustrasi.(Al Jazeera)

MILITER Taiwan melakukan langkah berani dengan menembakkan puluhan roket dari sistem rudal High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) buatan Amerika Serikat ke arah Tiongkok untuk pertama kali. Aksi ini dilakukan pada Rabu (10/6) sebagai bagian dari latihan militer dua hari nan dipusatkan di sekitar kota Taichung, Taiwan tengah.

Latihan tersebut berjalan di sepanjang garis pantai sejauh 12 mil nan dikenal sebagai pantai merah. Wilayah pesisir ini dianggap sebagai titik pendaratan paling potensial bagi invasi pasukan Tiongkok. Penggunaan HIMARS dalam simulasi ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi unjuk kekuatan Taiwan terhadap Beijing.

Skenario Invasi: Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan menyatakan bahwa latihan tembakan langsung ini didasarkan pada skenario simulasi menghadapi pasukan amfibi musuh nan mencoba menyerbu wilayah tengah pulau tersebut.

Strategi Landak dan Kekuatan Asimetris

HIMARS merupakan salah satu aset paling krusial dalam penyimpanan senjata Taiwan dan menjadi pilar utama dalam strategi pertahanan asimetris alias nan sering disebut sebagai strategi landak. Doktrin ini bermaksud menahan kekuatan Tiongkok nan jauh lebih besar dengan mengandalkan sistem senjata nan mobile, berbiaya lebih rendah, tetapi mematikan.

Selain HIMARS, militer Taiwan juga mengerahkan sistem roket Thunderbolt-2000 buatan domestik, howitzer Paladin buatan AS, serta rudal anti-tank berpemandu. Meskipun 32 roket nan diuji coba pada Rabu hanya mempunyai jangkauan maksimal sekitar sembilan mil, Taiwan diketahui mempunyai amunisi jarak jauh nan bisa menjangkau daratan Tiongkok.

William Yang, analis senior untuk Asia Timur Laut di Crisis Group, menilai keputusan untuk menguji HIMARS dari pantai barat ke arah Tiongkok mempunyai makna simbolis nan sangat kuat. "Ini mengirimkan sinyal nan sangat tegas kepada Beijing mengenai tekad Taiwan dan kemajuan dalam meningkatkan keahlian serangan kembali terhadap Tiongkok," ujarnya.

Konteks Politik dan Tekanan AS

Waktu penyelenggaraan latihan ini menjadi sorotan lantaran terjadi kurang dari sebulan setelah pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping di Tiongkok. Dalam pertemuan tersebut, Trump sempat menyebut Taiwan sebagai cip negosiasi. Tak lama setelahnya, pemerintah AS menangguhkan paket senjata senilai US$14 miliar ke Taiwan dengan argumen penghematan amunisi untuk bentrok di Iran.

Di sisi lain, pemerintahan Trump terus mendesak Taiwan untuk meningkatkan anggaran pertahanan hingga 3 persen dari PDB pada tahun 2026 dan 5 persen pada tahun 2030. Pada Mei lalu, legislatif Taiwan akhirnya menyetujui paket pertahanan senilai £18,5 miliar alias sekitar Rp445 triliun, meskipun nomor tersebut lebih rendah dari usulan awal Partai Progresif Demokratik nan berkuasa.

Hingga akhir tahun 2026, Taiwan diperkirakan bakal menerima tambahan 18 sistem HIMARS lagi, melengkapi batch pertama sebanyak 11 unit nan tiba pada akhir 2024. Penguatan alutsista ini menjadi krusial di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan. (Telegraph/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia