Ilustrasi(Dok Istimewa)
HATI alias liver adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh nan bekerja tanpa henti untuk menyaring racun, membantu proses metabolisme, menyimpan energi, hingga memproduksi beragam unsur nan dibutuhkan tubuh. Sayangnya, ketika hati mengalami gangguan, gejalanya sering kali tidak disadari. Salah satu penyakit nan perlu diwaspadai adalah hepatitis, ialah peradangan pada hati nan dapat disebabkan oleh jangkitan virus, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit autoimun, maupun pengaruh samping obat-obatan tertentu. Jika tidak ditangani dengan baik, hepatitis dapat berkembang menjadi sirosis, kandas hati, apalagi kanker hati.
Pada tahap awal, hepatitis sering tidak menimbulkan indikasi nan khas. Namun, beberapa tanda nan perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, demam, mual, nafsu makan menurun, nyeri pada perut kanan atas, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat, hingga kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice). Karena gejalanya sering menyerupai penyakit lain alias apalagi tidak muncul sama sekali, banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami gangguan hati ketika kondisinya sudah cukup parah. Itulah kenapa penemuan awal menjadi langkah krusial untuk menjaga kesehatan liver.
Hepatitis mempunyai beberapa tipe, ialah hepatitis A, B, C, D, dan E, dengan langkah penularan nan berbeda. Hepatitis A dan E umumnya menyebar melalui makanan alias minuman nan terkontaminasi, sedangkan hepatitis B, C, dan D dapat menular melalui darah, hubungan seksual, alias dari ibu ke bayi saat persalinan.
Di antara kelima jenis tersebut, hepatitis B dan C menjadi perhatian utama lantaran berpotensi berkembang menjadi jangkitan kronis nan meningkatkan akibat sirosis dan kanker hati. Kabar baiknya, hepatitis A dan B dapat dicegah melalui vaksinasi, sementara akibat komplikasi hepatitis dapat ditekan melalui skrining dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Pencegahan hepatitis dapat dimulai dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menghindari berbagi jarum suntik alias perangkat pribadi nan berisiko terpapar darah, melakukan hubungan seksual nan aman, serta melengkapi vaksinasi sesuai rekomendasi dokter.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga berkedudukan krusial untuk mengetahui kondisi liver, terutama bagi Anda nan mempunyai aspek risiko, seperti riwayat hepatitis dalam keluarga, penyakit metabolik, alias hasil pemeriksaan kegunaan hati nan pernah menunjukkan kelainan. Bila terdeteksi lebih awal, master dapat menentukan penanganan nan tepat sesuai penyebab hepatitis, mulai dari pemantauan, pemberian obat antivirus, hingga terapi lanjutan jika diperlukan.
Dalam rangka memperingati World Hepatitis Day, Prodia menghadirkan nilai spesial untuk membantu masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan liver. Manfaatkan promo ProHealthy Liver 1, ProHealthy Liver 1 Advanced, ProHealthy Liver 2, vaksinasi Hepatitis A dan B, serta pemeriksaan pendukung lainnya seperti HBV-DNA dan USG Thorax sesuai kebutuhan.
Konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan master dan lakukan pemeriksaan di Prodia terdekat alias buat janji dengan mudah melalui WA Kontak Prodia 0855 1500 830 maupun aplikasi U by Prodia. Karena semakin awal mengetahui kondisi liver, semakin besar kesempatan untuk menjaganya tetap sehat.
#Prodia #TenangKarenaTau
English (US) ·
Indonesian (ID) ·