Bisnis Data Center AMD Meroket di Tengah Lesunya Sektor Gaming

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Ilustrasi pusat data. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Raksasa semikonduktor AMD melaporkan lonjakan pendapatan nan signifikan dari lini upaya info center berkah tingginya permintaan prasarana kepintaran buatan (AI). Di sisi lain, sektor gaming perusahaan justru mengalami penurunan nan cukup tajam akibat melambatnya penjualan konsol dan naiknya biaya komponen.

Berdasarkan laporan finansial terbaru perusahaan, pendapatan dari segmen data center AMD melesat hingga mencapai 6,7 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh lebih dari dua kali lipat alias sekitar 107 persen dibandingkan periode nan sama tahun lampau nan hanya mencatatkan 3,2 miliar dolar AS.

CEO AMD, Lisa Su, memproyeksikan tren positif ini bakal terus bersambung hingga beberapa tahun ke depan seiring masifnya mengambil teknologi AI.

“Kami memperkirakan pendapatan segmen info center bakal meningkat lebih dari dua kali lipat secara tahunan pada tahun 2027 mendatang,” ujar Lisa Su dalam sesi konvensi berbareng para analis, seperti dilansir The Verge.

Ilustrasi performa Chip AMD Ryzen. Foto: Dok. AMD

Secara keseluruhan, total pendapatan AMD tumbuh 50 persen secara tahunan hingga menyentuh rekor baru sebesar 11,5 miliar dolar AS.

CFO AMD, Jean Hu, menjelaskan bahwa lini upaya info center sekarang memegang peran krusial lantaran menyumbang 58 persen dari total pendapatan keseluruhan perusahaan.

Sektor Gaming Terpuruk Akibat Kenaikan Biaya Komponen

Berbanding terbalik dengan kesuksesan bagian AI, pendapatan dari sektor gaming AMD justru merosot hingga 31 persen menjadi 779 juta dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh melambatnya penjualan konsol terkenal seperti Xbox Series X/S, PlayStation 5, serta perangkat genggam Valve Steam Deck.

Kenaikan nilai suku cadang dan kelangkaan pasokan di tingkat industri disinyalir menjadi penyebab utama lesunya pasar konsol saat ini.

“Pendapatan dari kartu skematis gaming juga menurun lantaran tingginya biaya komponen di seluruh industri memicu kenaikan nilai jual dan menekan permintaan pasar,” jelas Lisa Su.

Meski segmen gaming melemah, lini individual computer (PC) AMD tetap terselamatkan berkah pertumbuhan bagian Client sebesar 23 persen nan didorong oleh kuatnya penjualan prosesor Ryzen. Lisa Su menegaskan bahwa ekspansi kebutuhan komputasi untuk AI menempatkan portofolio teknologi AMD pada posisi nan sangat strategis untuk terus bertumbuh pesat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan