JAKARTA - Dalam beberapa waktu belakangan, aktivitas beberapa gunung berapi di Indonesa menarik perhatian masyarakat. Selain letusan luar biasa Gunung Anak Krakatau nan mengirimkan abu vulkanik nan menyelimuti Jakarta, Banten dan sejumlah wilayah, beberapa gunung berapi di Indonesia juga erupsi di saat nan nyaris bersamaan.
Di kembali kemegahan dan kekokohannya sebagai pasak Bumi, seperti disebut dalam Al-Quran, gunung juga menyimpan tenaga kedahsyatan, dan kejadian letusan gunung berapi nan terjadi berurutan ini biisa jadi merupakan kejadian nan menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan di masyarakat lantaran potensi dampaknya terhadap kehidupan manusia, terutama di wilayah sekitarnya.
Namun, sedahsyat apapun letusan gunung nan terjadi di bumi ini, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan letusan nan bakal terjadi di hari hariakhir nanti. Dalam Al-Quran, Allah SWT mengatakan bahwa gunung nan berdiri kokoh di atas muka Bumi ini bakal berceceran seperti bulu pada hari akhir, sebagaimana firmannya dalam Surat Al-Qariah ayat 1-5:
١. ٱلۡقَارِعَةُ ٢. مَا ٱلۡقَارِعَةُ ٣. وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ ٤. يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوثِ
٥. وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوشِ
Artinya, "Apakah al-Qāri‘ah itu? Tahukah Anda apakah al-Qāri‘ah itu? Pada hari itu manusia seperti laron nan beterbangan. Dan gunung-gunung seperti bulu nan berhamburan."
Dilansir dari NU Online, dalam ayat di atas, Allah SWT menganalogikan gunung pada hari hariakhir kelak dengan bulu nan dihambur-hamburkan. Ibnu 'Asyur menjelaskan bahwa titik persamaan antara gunung pada waktu itu dan bulu nan berceceran adalah kondisinya nan tercerai-berai. Hal ini disebabkan oleh saking kuatnya guncangan dan peristiwa nan terjadi pada hari tersebut.
وَوَجْهْ الشَّبَهِ تَفَرُّقُ الْأَجْزَاءِ لِأَنَّ الْجِبَالَ تَنْدَكُّ بِالزَّلَازِلِ وَنَحْوِهَا فَتَتَفَرَّقُ أَجْزَاءً
Artinya: "Titik persamaannya adalah bahwa bagiannya sama-sama terpisah-pisah. Sesungguhnya, gunung-gunung bakal hancur disebabkan oleh guncangan hari kiamat. Sehingga dia bakal terpencar-mencar menjadi beberapa bagian." (Thahir bin 'Asyur, At-Tahrir wat Tanwir, [Tunisia: Ad-Darut Tunisiyah, 1984), juz 30, hal. 512-513)
Gunung nan diumpamakan seperti bulu nan berceceran dalam ayat tersebut menunjukkan kesan nan sangat kontras. Gunung adalah simbol kekokohan alam. Sedangkan bulu adalah bentuk nan rentan dan mudah terbang diterpa angin. Perumpamaan gunung dengan bulu nan berceceran menambah kesan kengerian dan kedahsyatan hati kiamat.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·