Bagi sebagian anak, terutama di usia balita, es batu memang bisa menjadi sesuatu nan menarik. Selain terasa dingin, si mini juga bisa menikmati rangsangan sensori saat es batu diisap. Bunyi “klutuk-klutuk” saat dikunyah pun bisa membuatnya semakin senang.
Namun, apakah kebiasaan menggigit es batu bisa berakibat pada kesehatan gigi anak? Moms, master gigi menjelaskan, kebiasaan ini sebaiknya tidak dibiarkan terlalu sering lantaran es batu mempunyai tekstur nan keras dan dapat memberikan tekanan pada gigi.
Gigi Bisa Terkikis hingga Pecah
Dokter Gigi Subspesialis Prostodonsia, drg. Melissa Delania, Sp. Pros, mengatakan kebiasaan menggigit es batu tidak hanya berisiko bagi gigi anak, tetapi juga orang dewasa.
“Nggak hanya sama anak-anak ya, tapi sama orang dewasa juga. Kalau suka gigit es batu, lantaran es batu itu keras ya,” ujar drg. Dela dalam aktivitas memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2026 berbareng SATU Dental di Jakarta Selatan, Selasa (14/9).
Menurutnya, es batu nan keras dapat membikin gigi mengalami atrisi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan permukaan gigi terkikis dan berubah bentuk.
“Jadi biasanya suka membikin gigi itu jadi atrisi, alias giginya itu jadi kayak tajem-tajem gitu,” jelasnya.
Selain menyebabkan gigi mengalami atrisi, kebiasaan menggigit es batu juga dapat meningkatkan akibat gigi pecah. Oleh lantaran itu, orang tua sebaiknya mengarahkan anak untuk tidak menggigit barang maupun makanan nan terlalu keras.
“Dan juga akibat giginya bisa pecah. Jadi sebaiknya jangan suka menggigit barang-barang alias makanan nan terlalu keras,” tutup drg. Dela.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·