Jakarta, CNBC Indonesia - Cyrus Network merilis laporan survei nasional opini publik periode April 2026. Salah satu topik nan diangkat mengenai tingkat kepuasan publik terhadap menteri hingga tingkat ketenaran kementerian/lembaga. Survei tersebut melibatkan 1.260 responden nan diwawancarai secara tatap muka di 126 desa/kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1 - 5 April 2026.
Peneliti Utama Cyrus Network Syahril Ilhami menjelaskan tingkat kepuasan publik terhadap keahlian menteri dalam Kabinet Merah Putih mencapai 70%. Perinciannya sebanyak 67,3% menyatakan puas dan 2,7% menyatakan sangat puas. Di sisi lain, ada 24% responden menyatakan tidak puas.
Menurut Syahril, terdapat dua kementerian alias lembaga nan konsisten masuk dalam lima besar baik dari penilaian ketenaran maupun kinerja, ialah Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet.
"Ini bisa kita lihat kedua kementerian ini cukup aktif ke publik untuk menyampaikan apa nan telah kerjakan alias sedang kerjakan. Publik senang dengan komunikasi nan mereka sampaikan saat ini," kata Syahril, saat konvensi pers, Selasa (14/4/2026).
Dari paparannya, terdapat 10 kementerian dengan keahlian terbaik menurut penilaian masyarakat:
1. Kementerian Keuangan
2. Kementerian Kesehatan
3. Sekretariat Kabinet
4. Kementerian Pertanian
5. Kementerian Pemuda dan Olahraga
6. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
7. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
8. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
9. Kementerian Kebudayaan
10. Kementerian Komunikasi dan Digital
Sedangkan 10 Kementerian dengan tingkat ketenaran tertinggi adalah :
1. Kementerian Keuangan
2. Kementerian Agama
3. Kepolisian Negara Republik Indonesia
4. Sekretariat Kabinet
5. Badan Gizi Nasional
6. Kementerian Pertanian
7. Kementerian Kesehatan
8. Kementerian Pemuda dan Olahraga
9. Kementerian ESDM
10. Kementerian Sosial
Pada kesempatan itu, Peneliti Ahli CSIS Arya Fernandes, juga mengungkapkan aspek nan menyumbang tingkat ketenaran kementerian. Pertama, exposure nan besar alias tingkat kemunculan di publik nan besar dari lembaga.
"Beberapa kementerian itu tinggi, seperti Kementerian Keuangan, BGN, Sekretaris Kabinet itu exposure lebih tinggi dari K/L lain," kata Arya.
Kedua, coverage alias cakupan kewilayahan lembaga. Seperti Polri nan mempunyai pelaksana di banyak wilayah lantaran mempunyai Polda hingga Polsek. Sehingga, menurut Arya, perihal itu menjelaskan ketenaran dari lembaga seperti Polri. Ketiga, kedekatan dengan presiden seperti Sekretaris Kabinet.
"Kedekatan dengan presiden ini jadi krusial juga. Exposure Seskab lantaran day to day dengan presiden setiap kunjungan kenegaraan ini bisa menjelaskan Seskab ketenaran bisa lebih tinggi dari nan lain," kata Arya.
CEO Cyrus Network Hafizhul Mizan juga tidak menampik adanya aspek tokoh ketua dalam lembaga itu nan memengaruhi aspek ketenaran dari lembaga nan disurvei.
"Kita memandang ya ada kementerian nan populer. Kita tidak bisa melepaskan ada bias ketenaran dari tokoh-tokohnya. Kita mencoba fair untuk tidak menguji ketenaran dari orang, sehingga kita menanyakan kepada publik gimana keahlian dari kementeriannya," kata Hafizh, sapaan akrabnya.
"Tapi masyarakat bukan opinion leader alias mahir tata negara alias mahir kebijakan publik nan memisahkan itu pada akhirnya ada bias popularitas," tambahnya.
Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan exposure dan coverage nan dimiliki instansi. Hafizh menjelaskan lembaga Polri sangat berdekatan dengan masyarakat, sehingga cukup populer. Meskipun tidak menampik ada kesalahan satu-dua perseorangan polisi nan mencoreng nama kepolisian.
Begitu juga dengan ketenaran menteri. Menurut Hafizh, jika ada menteri nan tidak disenangi publik lantaran komunikasi publik, itu bakal berkapak pada penilaian keahlian masing-masing institusi.
Tapi dari hasil survei itu, menurut Hafiz, ada dua lembaga nan dinilai mempunyai ketenaran tinggi, pun masyarakat menilai keahlian nan baik, ialah Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet.
"Ada dua. Satu, Kementerian Keuangan ya memang mengisi publik Pak Purbaya dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya nan hari ini juga banyak bicara ke publik sebagai ahli bicara unik presiden sepertinya. Dan itu kemudian nan menjadi keunggulan, sehingga kebijakan bisa disosialisasikan dengan baik," ujar Hafizh.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·