Survei IPO: Elektabilitas Gerindra 17,5 Persen, Ungguli PDIP dan Golkar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Partai Gerindra Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Partai Gerindra menjadi partai politik dengan elektabilitas tertinggi andaikan pemilihan personil DPR RI dilaksanakan saat ini. Gerindra memperoleh elektabilitas sebesar 17,5 persen.

Gerindra unggul dari PDIP nan berada di posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Selanjutnya, Partai Golkar memperoleh 10,4 persen dan Partai Demokrat sebesar 8,1 persen.

Di bawah empat besar tersebut, PKB memperoleh elektabilitas 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai NasDem 4,4 persen.

Sementara itu, sejumlah partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen. PSI mendapat 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Partai Gelora 0,4 persen, dan Partai Hanura 0,2 persen.

Adapun Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh support terukur dalam survei tersebut.

Sebanyak 24,6 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan alias merahasiakan pilihannya.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan posisi Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi tidak terlepas sebagai partai nan mengusung Presiden Prabowo Subianto.

“Gerindra tetap menjadi pilihan kebanyakan masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” kata Dedi.

Menurut Dedi, hasil tersebut menunjukkan adanya pergeseran preferensi pemilih dalam beberapa tahun terakhir.

Jika sebelumnya PDIP mendominasi support pada beragam survei nasional, sekarang terlihat mulai beranjak ke Gerindra seiring posisi partai tersebut sebagai kekuatan utama dalam pemerintahan.

“Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra condong bisa mengambil alih porsi pemilih nan sebelumnya dikuasai PDIP. Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak,” ujarnya.

Meski demikian, IPO mencatat tetap tingginya proporsi responden nan belum menentukan pilihan. Kondisi tersebut menunjukkan peta persaingan elektabilitas partai politik tetap bergerak dan terbuka mengalami perubahan.

Metode Survei

Survei nasional IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden. Survei mempunyai tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Responden merupakan masyarakat berumur minimal 17 tahun alias sudah menikah dengan komposisi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

Pemilihan sampel dilakukan secara bertingkat mulai dari kelurahan alias desa, kemudian lima RT dipilih secara random pada setiap kelurahan alias desa terpilih. Dari setiap RT dipilih dua family alias rumah tangga, lampau satu responden dari setiap family dipilih menggunakan lembar random (random sheet).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan