Gubernur Sulsel Minta Tambahan Sekolah Rakyat ke Gus Ipul, Siapkan 20 Hektare

Sedang Trending 22 jam yang lalu
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi Sekolah Rakyat di Makassar, Jumat (7/8/2026). Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut usulan penambahan satu Sekolah Rakyat permanen di Kota Makassar.

Usulan tersebut disampaikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman ke Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Jumat (7/8/2026).

Andi Sudirman menyampaikan kesiapan Pemprov Sulsel menyediakan lahan tambahan di sekitar letak Sekolah Rakyat nan sudah ada. Ia menyebut tetap tersedia lahan sekitar 20 hektare nan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan Sekolah Rakyat.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi Sekolah Rakyat di Makassar, Jumat (7/8/2026). Foto: Kemensos RI

"Kami bakal men-support terus, Bapak Menteri. Lahan di sini tetap bisa digunakan. Ada 20 hektare di belakang, kami bisa siapkan," kata Andi Sudirman.

Andi Sudirman mengatakan lahan tersebut disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dengan daya tampung nan lebih besar.

"Isya Allah bakal dibangun untuk kapabilitas 3.000 siswa dan mudah-mudahan ini bisa menjadi sekolah untuk menampung anak-anak kita dari family tidak bisa di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Gus Ipul menyambut kesiapan Pemprov Sulsel. Menurutnya, penambahan satu Sekolah Rakyat permanen tersebut sangat dibutuhkan untuk menampung lebih banyak siswa.

"Saya menyambut baik apa nan disampaikan Pak Gubernur untuk menambah satu lagi, lantaran memang kita tetap kekurangan gedung permanen di Kota Makassar," kata Gus Ipul.

"Mudah-mudahan kelak jika lahannya lebih besar, kapasitasnya juga lebih besar. Sehingga bisa menampung lebih banyak lagi anak-anak nan memang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat," lanjutnya.

Gus Ipul juga mengapresiasi support Pemprov Sulsel mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sejak program ini dimulai. Dukungan tersebut menjadi bagian krusial dalam pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat berbareng pemerintah pusat.

"Insya Allah kita bakal usulkan agar bisa segera dibangun satu lagi gedung permanen Sekolah Rakyat," ujarnya.

Saat ini Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai 414 siswa, terdiri atas 145 siswa SRMA kelas XI, 120 siswa SRMA kelas X, 125 siswa SRMP, dan 24 siswa SRD. Dalam kunjungannya, Gus Ipul memandang langsung perkembangan para siswa.

"Alhamdulillah setelah satu tahun beraksi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental," kata Gus Ipul.

Salah satu siswa nan menunjukkan perkembangan tersebut adalah Karmila, siswi kelas XI SRMA asal Kabupaten Jeneponto. Karmila merupakan penyandang disabilitas fisik. Ayahnya bekerja sebagai petani jagung, sementara ibunya dalam kondisi sakit.

Kepala Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan Widyawati mengatakan, sebelum masuk Sekolah Rakyat, Karmila kerap merasa tersisih lantaran kondisi fisiknya. Pendampingan dari guru, wali asrama, wali asuh, dan teman-temannya perlahan membikin Karmila semakin percaya diri dan berani menunjukkan kemampuannya.

"Alhamdulillah anak ini bisa survive, bisa mempunyai kepercayaan diri. Setelah kami tahu kelebihan nan ada, dia mempunyai keahlian luar biasa di vokal dan keahlian Bahasa Inggris juga sangat luar biasa," kata Widyawati.

Kemampuan itu ditunjukkan Karmila di hadapan Gus Ipul. Ia menyanyikan lagu Laskar Pelangi dan berbincang menggunakan Bahasa Inggris berbareng temannya. Karmila nan baru menjalani operasi kaki sekitar dua minggu lampau juga mengaku merasakan perubahan pada dirinya.

"Senang. Karena kayak akunya udah mau kayak orang biasa," ujar Karmila.

Karmila bercita-cita menjadi master dan mau melanjutkan pendidikan hingga ke Amerika Serikat. Kepada adik-adik kelasnya di Sekolah Rakyat, dia berpesan agar terus antusias mengejar masa depan.

"Kalian kudu tetap semangat lantaran jalan menuju masa depan tidak mudah dan kalian kudu menanamkan bahwa Sekolah Rakyat itu bisa membimbing kalian dengan baik. Kalian kudu saling menjaga lantaran Sekolah Rakyat membujuk kita untuk saling menghargai dan saling toleransi," katanya.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi Sekolah Rakyat di Makassar, Jumat (7/8/2026). Foto: Kemensos RI

Perubahan para siswa juga dirasakan Andi Sudirman. Ia mengenang kondisi anak-anak ketika pertama kali masuk Sekolah Rakyat nan tetap canggung dan datang dengan beragam keterbatasan. Kini, mereka mulai berani menunjukkan keahlian dan mempunyai cita-cita.

"Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak nan sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang nan mempunyai cita-cita ke depan," kata Andi Sudirman.

Andi Sudirman turut menceritakan bahwa ayahnya pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat pada masa lampau sebelum kemudian menjadi tentara.

"Bapak saya juga alumni Sekolah Rakyat, SR dulu juga pernah ada. Dari bapak nan alumni SR, kemudian jadi tentara, dan anak-anaknya ada nan gubernur, ada bupati, dan ada menteri," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga disambut beragam penampilan siswa, mulai dari paper mob nan melibatkan 190 siswa, baris variasi, karate, silat, pidato dalam Bahasa Inggris, Arab, Jepang dan Mandarin, Tari A'Bulo, Tari Empat Etnis, hingga paduan suara.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan