Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penyebab surplus neraca perdagangan Indonesia nan melemah pada April 2026, apalagi menjadi nan terlemah dalam enam tahun terakhir.
Ia mengatakan, penyebab utamanya adalah impor bahan bakar minyak (BBM) nan meninggi. Tak terlepas dari gejolak perang di Timur Tengah hingga menyebabkan nilai minyak mentah bumi bergolak sangat tinggi.
"Karena impor BBM meningkat," kata Purbaya saat konvensi pers di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Sebagaimana diketahui, - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 nan sebesar US$ 90 juta merupakan catatan terendah dalam enam tahun terakhir alias selama periode 72 bulan.
Surplus neraca perdagangan itu pun sudah merosot dalam jika dibandingkan dengan catatan per Maret 2026 sebesar US$ 3,32 miliar, dan jika dibanding catatan per April 2025 surplusnya juga tetap rendah, padahal saat itu tercatat sebesar US$ 160 juta.
Impor komoditas minyak dan gas bumi alias migas Indonesia mengalami peningkatan pesat pada April 2026. Nilainya sebesar US$ 4,60 miliar alias naik 82,52% dibanding April 2025 nan sebesar US$ 2,5 miliar.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, kenaikan impor ini utamanya dipicu oleh impor hasil minyak namalain BBM nan tumbuh 87,76%. Berasal dari Malaysia, Singapura, dan Mesir.
"Peningkatan nilai impor hasil minyak sebesar 87,76% dengan negara asal impornya itu Malaysia, Singapura, dan Mesir," kata Pudji saat konvensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·